DISINI UNTUKMU
RARA POV
gadis itu bernama
"CLARA Wardani". Dia dipanggil RaRa.
Cantik, putih, baik. Apa yg kurang dari dia? Mungkin karna tingkah lakunya yg "NAKAL" hnya untk mencri perhatian dr BUNDA. Ibu rara.
Dia, punya saudara kembar. "CLARITA Wardani". Dipanggil TaTa.
Dia putih, cantik, baik, sopan. Dn semua hal yg baik untknya.
Itu penyebab knpa rara ingin seperti tata.
Tata slalu dsamping bunda. Mungkin karena tata itu LEMAH.
MAKA SEBAB ITU JUGA BUNDA LEBIH MENYAYANGI TATA DARI PDA RARA.
selama 10 tahun stlah ayah rara dn tata meninggal. Rara jauh dr Bunda dn Tata. Krna Bunda menyerah dn tak sanggup untk mengurus 2 anak sekaligus. Dn kemudian jalan yg tepat adalah. Salah satu d antara mrka hrus tinggal brsama eyang.
****
gadis brusia 6 thun itu hanya bsa menatap Bunda dn saudara kembarnya prg bgtu saja. Tanpa ada air mata dn pelukan hangat dr seorang Ibu.
Rara ckup keras. Dia mempunyai sifat yg keras jauh dngan Tata.
"hapuslah air matamu, ayah disni hnya untukmu". Sepenggal lagu, ketika Rara menangis. Dn dia slalu tringat apa yg dkatakan ayah.
"Rara itu kuat, buat apa menangis. Krna smua itu tak kan brubh. Dn smua air matamu sia2".
****
dan kini. Ktka gadis itu 16 tahun.
"apa!! Aku tinggal brsama bunda?". Pekik rara tak percya.
Dngan se enaknya wanita itu datang untk mengulang kembli rasa sakit. Krna kecemburuan nya.
"eyang, aku gak mau!!". Ucapku dng memohon.
"mau sampai kapan kmu brsama eyang? Toh kelakuan kmu tetap sama". Ujar wanita paruh baya itu santai.
Dia adalah eyang.
Eyang memang keras. Dia tegas. Dn rara mungkin akan merindukan sikap kerasnya itu.
"eyang, Rara janji. Rara akan brubah. Rara akan nurut smua yg eyang katakan". Nadanya memohon.
Eyang hanya diam. Dia tak tau harus brbuat apa? Dalam hatinya dia menjerit, bersedih. Karna dia sangat menyayangi cucu nya yg nakal ini.
"Rara?!". Panggil wanita itu. Ya dia itu Bunda.
"eyang, plis aku mhon. Aku mau disini". Rengek rara."eyang,, aku mohon". Katanya parau. Isak tangis nya mulai menyeru. Membuat eyang yg terdiam lbh memilih berlalu, karna dia tak mau Rara tau, bhwa dia sangat menyayanginya.
"Rara,,". Panggil Bunda lg. Dia memeluk nya.
"ayo kita pulang". Ucpnya dlm pelukan.
Rara pun hnya menurut dn tak berkutik.
Mskpn dlam hati dia berteriak!
****
aku pun sampai d tempat Bunda. Rumahku dulu, ketika msh ada ayah.
Kenangan itu kembali. Sakit!! Jelas aku merasakan nya.
"ayo masuk". Ajak bunda ketika membuka pintu rumahnya.
Ku lihat suasana yg sama. Dekorasi yang sama. Dn semua msh sama.
"Rara. . . . !!". Teriak seseorang yg amat ku kenal. Wajahnya sama dngan ku. Dia "Tata!!". Pekik ku tak percaya.
Dia memelukku. Tapi dlm bbrapa detik aku melepaskan nya.
"kamar ku mana?". Kta ku angkuh. Entah tanya ke siapa?.
"kamar kmu msh sama, diatas". Kata bunda. Aku hanya menatapnya dan kemudian berlalu bgtu saja.
****
Bunda, menatap Rara dngan mata yg berkaca-kaca.
"bunda gak papa?". Tanya putri cntiknya.
"gak papa". Katanya lirih. Dia menutupi kesedihan d depan putrinya. Dia sadar, bhwa dia pantas mendapatkan semua itu. Karena dia bersalah amat sangat bersalah.
****
aku masuk ke dalam kamar ku. Warna yang sama, semua sama seperti 10 tahun yang lalu.
(tok,, tok,, tok)
suara ketukan pintu pun menyadarkan lamunan ku.
(ceklek)
"ada apa". Kataku ketus. Dia tersenyum.
"yuk makan, bunda udah nunggu dbwah". Katanya ceria.
Aku hanya menurut dn berjalan membuntutinya.
Aku pun sampai di ruang makan. Acara makan siang pun di mulai.
"bunda, bsok jangan lupa yah." kata Tata. Aku hanya menunduk dn tetap menatap makanan.
"iya sayang, bunda gak akan lupa". Kata bunda.
Aku hanya bsa tertunduk. Mskpun dlam hati ku menangis.
Flashback on
"bunda, nanti aku mau ada lomba piano. Bunda dtang yah". Kata tata tersenyum.
"aku juga bunda, dtmpatku ada acara pentas tari. Bunda datang yah". Kata ku tersenyum.
Bunda hanya tersenyum. Tpi aku tau, pasti bunda gak akan datang ke tempatku.
"maaf ra, kmu yg datang ayah saja. Bunda gak bsa".ucap bunda. Aku hanya terhenyut. 'mau sampai kapan aku jd yg ke dua d mata bunda'.
Flashback off
****
aku pun selesai menyantap makanan itu. "udah habis syang". Kata bunda.
Aku hanya menatapnya dn kemudian berlalu menuju kamar ku. Untk beristirahat.
****
pukul 20.00
aku terbngun dr tidurku.
Mungkin perjalanan dr tempat eyang kesini btuh tenaga extra sampai aku terlelap.
"la. . .la. . .la. . .la. . . ". Ku dengar suara nyanyian dr luar sana. Akh!! Ku rasa ini yang punya suara gak punya hati. Sampai hati ingin merusak gendang telingaku.
Aku pun keluar. Ku buka pintu luar kamar yg menyatu dngen balkon.
"WOY!! Brisik tau!". Teriak ku. Ku lihat wajah pria yg menurutku oke juga. Dia berdiri di balkon kamarnya.
Dia dn rumah ku bersebelahan, cuma berbatas tembok pembatas.
"heh!! Sapa loe? Sok bgt". Katanya melotot.
Dia berjalan menghampiri ku. Dia melompat dr pembtas balkon ke tembok pembatas dn kemudian lompat lg ke balkon ku skarang.
"Rara?". Pekiknya terkejut.
Aku mengernyit dan ku rasa ku tau siapa dia. "Reza".
Kami tertawa!! Dan kemudian dia memelukku erat.
"gue kangen ra". Katanya sambil melepas pelukannya.
"gue juga! Apa kbr loe". Kata gue sumringah.
"baik, loe apa kbr?". Kata ku. Dia tersenyum. "gue baik. Lama bro gue gak liat loe". Katanya menonjok lenganku.
"sakit bego". Kataku menoyor kepalanya.
Kita pun mulai bernostalgia, bercerita masalalu.
Dia adalah Reza. Muhammad Reza Anugerah. Dia teman kecil ku. Buat ku dia teman yg paling baik. Dia selalu memberiku senyum ketika ku menangis. Aku sangat menyayangi nya. Menyayangi selayaknya sahabat. Tak lbh dr itu.
****
aku membuka mata. Ku lihat sekeliling. "hooamm".
"jam berapa nich". Kata ku sndri dn ku tatap layar hp ku saat ini. "jam 7".
Aku pun brdiri dn berjalan keluar kamar.
Ku menatap ke bwah. Dmana bsa ku lihat ruang makan. Dn dsana ada Bunda dn Tata sedang sarapan. Tp sepertinya mreka telah selasai.
"bunda aku berangkat yah". Kata Tata. Yg membuat ku mulai berani berjalan menuruni anak tangga dng perlahan.Aku pun duduk d ruang makan. Ku tatap susu coklat kesukaan ku.
"kmu udah bngun sayang". Kata bunda dngn membelai rambutku yg berantakan. Aku melengos.
"kmu drumah sndri ya, bunda mau ke cafe". Katanya sambil mencium kening ku. Aku hnya terdiam.
****
aku pun terduduk d halaman depan rumahku. Sudah pukul 14.00 siang. Tp kok Bunda maupun Tata blum pulang juga.
Aku pun berniat untk keluar. Saat ku membuka pntu gerbang. Seseorang menyapaku. Dia memakai motor sport dan memakai helm juga. Jadi aku belum tau siapa dia.
"hai. . ". Katanya dng membuka kaca helm.
Aku tersenyum "Reza".
"mau kemana loe?". Tanya nya.
"jalan-jalan aja. Loe bru pulang?". Ujarku dngan menatap dia.
"iya, oh ya. Yukz". Ajaknya dngn mempersilahkan ku untk memboncengnya.
"ohh, , ngojek juga?". Kata ku gurau. Dia kesel. "sialan!".
Tanpa pkir panjang aku pun duduk dbelakang dn memeluk pinggangnya. "heh. Gak usah se mesra ini juga kali". Katanya protes.
Gue semakin mengeratkannya. "biarin." kata ku usil. Dia tertawa. "awas aja lau pcar gue liat".
"gaya bnget". Kata gue melepaskan pelukan ku dn menoyor kepalanya.
"udah yuk jalan". Kata gue.
"oke!!". Katanya dngn menancapkan gas mtornya dn melaju cepat!!
****
"ini sekolahn loe". Kata ku setelah trun dr mtornya.
"yoii...!". Katanya dngn memarkirkan mtornya.
"yukz masuk!". Ajaknya dngn menggenggam tangan ku.
"za, loe bru pulangkan? Napa loe ksni lg". Tanyaku.
"gak papa lah". Katanya santai.
****
Bunda pun hanya terduduk d ruangan menejer d cafe nya. "cafe cinta".
(tok, , tok, ,tok) ketukan pintu pun menyadarkan nya dr lamunan tentang Rara. Anak yg tak pernah dia kasihi.
"bunda!". Sapa Tata yg datang dng ceria.
"kmu udah pulang!?".
"iya, yukz pulang bun. Aku bwa coklat buat rara". Katanya lg.
"yaudah yukz pulang".
****
aku hanya berkeliling. Dn kami pun terhenti ktka reza.
"reza". Panggil cewek manis. Aku gak tau sapa dia.
Reza yg sedari tadi menggenggam tangan gue pun melepasnya.
"ada apa".
"mm.. Bsok ada lthn basket. Jngn lupa ksh tau yg lain". Katanya manis.Aku hanya terdiam. Ku lihat wajah reza merona. Apa mungkin dia suka dng gadis manis ini.
"yaudah aku mau kesana". Pamitnya.
Aku pun mulai angkat bicara. "za, loe suka sama dia ya?". Tanya ku. Dia tersenyum malu. "udah ngaku loe". Kata ku lg. Dia menatapku dn terus menatapku. (TAKK) dia menjitak kepala ku.
'auuwww". Keluhku.
"yukz blik". Ajaknya dng menarik tangan ku.
****
aku pun sampai d rumah. "thanks". Kata ku singkat. Reza berlalu ke rumah sebelah. Karena itu rumahnya.
"asalamualaikum". Salamku. Kulihat bunda dan Tara duduk druang tengah.
"wa'alaikumsalam". Jawb mraka. Dn kemudian "dr mana aja? Kok jam sgni bru plng?" kata bunda. Dn aku liat dia khawatir.
"hbs maen breng reza". Kata ku singkat dn masuk ke kamar.
****
"kamu mau sekolah dmana?". Tanya bunda ktka ku melahap jatah makan malam ku.
"aku mau sekolah d tmpat reza". Kata ku. Tata menatap ku lekat. "kenapa gak breng aku aja".
"iya, kenapa gak sma tata aja. Dsna lbh baik d tmpt reza". Timpal bunda. Aku mengernyit. 'knapa hrus tata, tata dn tata'.
"aku lbh suka di situ". Kataku.
"rara, dtmpt reza tuch cuma swasta SMA NUSA BANGSA. Dn bnyak anak yg badung. Mending dtmpat ku. SMA HARAPAN 1" katanya bangga.
"iya, benar kata tata. Dtmpat tata lbh baik dr pda dtmpat reza." lagi2 bunda memihak tata.
"bgus dong, aku cocok kok disana. Sama2 badung". Kataku kritis.
"tp? Se enggaknya kmu kan bsa msuk ktmpt ku buat merubah kmu ra?". Kata tata. Aku melotot.
"merubah? Bsa buat gue berubh. Mau sekolah terbaik d dunia ini. Gue gk akan pernh brubh. Tetep GOBLOG dn BADUNG!!". Aku pun lbh memilih pergi msuk kmar dr pda hrus menyelesaikan makan malam ku. Mskpn aku lapar.
****
aku terbngun. Lagi-lagi aku hanya sndri di rumah ini. Huh!! BeTe lama-lama gak sekolah.
Aku pun menghabiskan waktu ku hanya dng menonton TV.
****
Aku pun terbngun. Hdup ku penuh dng kata tidur apa?? Ckck...
Tiba-tiba?
"selamat yah sayang".
Ku dngar suara bunda. Aku yg sdari tiduran d sofa ruang tengah pun berdiri untk melihatnya.
"iya, makasih ya bunda". Kata tata dng memeluk bunda.
Kenapa aku?! Kenapa aku menangis?!
"kenapa gak sebhagia itu bersama ku". Lirihku.
Aku pun sgera bngkit dan menuju kmarku. Lbh baik aku menyendiri dkmar dr pda aku hrus cemburu krna tata.
Tapi kurasa bkan itu, aku memilih k kmar krna aku mau melanjtkan tidurku. Haha.. Muna bgt!
****
acara makan malam pun msh sma. Aku hnya jadi pendengar sejati untk Bunda dn Tata.
"oh ya ra. Mulai bsok kmu udah skolah. Bunda udh daftarkn kmu d skolah yg kmu mau. Brsama reza". Katanya.
Aku hanya memperhatikan dn tnpa stu kata pun yg keluar dr mult ku kecuali dng snyum ku memblasnya.
Makan malam pun brakhr. Hrusnya aku lbh cpat dr ini. Krna aku sungguh tak sanggup dng pembicaraan mrka. Knapa? Aku cemburu? Oh jelas!!
"rara!" panggil tata. Aku pun menoleh.
"apa?". Kataku datar.
"ini". Katanya dngan menyodorkan 1 bngkus coklat.
"knpa?". Kataku ku bloon. Tau juga dkasih coklat tp aku tetep jaim.
"ini buat kmu. Aku tau kmu suka coklat". Katanya ceria.
"kata siapa?". Kata ku ketus.
"kata aku, kmu gak suka". Katanya dngn nada bersalah.
"menurut loe". Kataku songong. Dia terdiam.
Dn aku meninggalkan nya.
(BRAK) aku yang tak tahu knapa? Mungkin aku kesal dn marah. Tapi sama siapa? Aku tak tau itu.
Aku pun terduduk dng lemas. Aku rasa nyawa ku hilang dng amarah yg terlalu sakit dsni.
"aku benci bunda!". Pekik ku dng nada parau. Aku menangis. Aku menjerit. Dan terus membuang semua yang ada dsamping ku.
(TUK) ku dngar suara benda yg memantul jendla kmarku.
"sssttt... Jangn berisik". Bisiknya.
Aku yg tadi menangis pun mengakhri aktifitasku.
Ku buka pintu yg menyatu dng balkon kmar ku.
"reza?". Kejut ku.
"nangis lagi?". Katanya dng duduk d pmbtas balkon. Aku pun memukul lengan nya. "aduh! Mau liat gue jtuh apa?". Katanya khawatir."ngapain loe disini". Tanyaku.
"krna ada panggilan dr belahan hati ku. Dia menangis dn dia btuh bahu ku". Katanya sok cool. Aku menonjok lengan nya.
"aduh!! Demen amat mukul orang apa?". Katanya bete. Aku tertawa.
Jelas hanya reza yg buat ku tersenyum kaya gni.
***
pagi ini aku pun bngun lbh awal. Ku mengemas diri. Ku tatap wajah ku dcermin. "gak bgtu jelek". Kata ku bangga. Krna aku tak memakai bju putih abu-abu. Kalian kira aku sekolah d sekolah negri apa? Aku swasta men. Jdi aku mengenakan putih untk bju ku. Dn warna merah brmotif kotak2 untk rok ku.
Aku brjalan menuruni anak tangga.
"cntik bgt kmu ra?". Ucapnya dng terpesona akan ku. Haha. . Gaya!!
Aku hnya tersenyum dn mulai menyantap jatah sarapan pagi ini.
"Bunda?! Anter aku ya. Soalnya aku gak ke sekolah dulu. Aku mau ke toko buku. Dulu". Rengeknya.
Mana ada toko buku buka sepagi ini.
Otak nakal ku hnya mikir itu.
"tp bunda mau nganter rara ke sokalah". Jawb bunda. Tata menunduk. Aku rasa dia kesal.
"udah. Aku berangkat bun". Kataku dng menyudahi sarapan ku.
"kmu berangkat sndri?". Tanya bunda.
"iya. Aku bsa kok. Aku juga dah tau dmana skolahnya. Bunda anter tata aja". Kata ku datar dn pergi tnpa pamit ke bunda.
****
Aku pun sampai d dpan gerbang skolah. Ku rasa aku hampir telat. Krna taxi yg ku naiki mendadak mogok. Dn itu penyebab knpa ku telat.
"tunggu pak". Teriakku dng mencegah pntu gerbng yg akn dttp.
"aduh neng? Untng blum bpak tutup. Lau udah d tutup pasti eneng gak bsa msuk" katanya dng logat jawa. Aku tersenyum.
"tapi syang nya saya untung pak. Krna pintu blum dtutup". Kataku jail. Bpak itu tertawa. "msuk dulu pak". Pamit ku sok akrab.
Aku pun berjalan memasuki halman skolah.
Waduh! Sepinya! Kurasa semua murid udah msuk dkelasnya masing2.
Aku pun berjalan dng trus menatap sekeliling. "kelas gue dmana?". Kataku dng muka bloon.
Tin.. Tin.. Tin...
Suara kelakson mtor buatku shock jntung.
"woy!! Loe kta ini jalan nenek moyang loe pa?". Katanya kesel dng membuka helm yg ia pakai.
Aku pun menatap kesal.
Apa yg salah coba? Aku udh jaln bener dsebelah kiri juga. Ini pun udh mepet bgt dpinggir. Napa tuch orng treak2? Emang aku selebar itu pa? Smpai2 jalan pnuh!
"heh! Loe gak liat. Gue udah jalan bner. Lg pula jalan msh lebar noh. Lau emang gk bsa bwa mtor gk usah bwa2 mtor sgala".
"heh! Sapa sich loe. Brani bgt ma gue". Katanya menantang.
Waduh! Dia trun dr mtor dn menghadap d hadapan gue.
'mau ngapain nich?'
"loe anak bru?". Tanya nya yg brhasil brdiri dhadapan gue dn menatap gue.
"menurt loe". Kataku nyolot.
"heh!! ....." belum sempat dia ngmng. Reza memanggil ku.
"rara!". Dng melambai tngan nya ke pd ku untk sgra menghampirinya.
Haha.. Aku cabut dn ninggalin tuch anak tanpa pamit. Gak papakan?? :D
"knapa loe". Tanya nya dng menatap ku. Kurasa warna terong udah nempel dmuka ku krna aku tkt.
"knapa? Gak papa". Jwb ku santai.
"lau gak papa, napa muka loe kaya terong bgono". Ktanya.
Sama persis dng apa yg ku kira.
"taulah. BeTe gue.
Oh ya, mana kelas gue? Gue sekelas ama loe gak?". Tanya ku dng muka brharap.
"gak!! Loe kan anak XI IPA 1. Dan gue XI IPA 2". Jelasnya. Gue lemes.
"yaudah loe masuk sono ke ruangan kepsek". Suruhnxa ktka aku brhenti d dpn pintu dng brtuliskan
R. Kepala Sekolah.
"ngapain ksni?". Tanya ku odong.
Dia menjitak kepala ku (TAKK)
"aduh!". Rintih ku dng mengusah kepala pasca jitakkan trjadi.
"knpa sich temen gue lemot". Katanya gemes. Aku bngung.
"yee!! Tau gue lemot. Tapi lemotnya lg yg mau temenan ama gue". Kataku BeTe tingkat akut.
"udah gich msuk. Loe lporan ma tuch kepsek. Loe anak bru". Katanya dng mendorong bdan ku. Dn skarang aku bru sdar trnyata ini mksudnya
***
aku pun brjalan trus brjalan dng bpak berkumis tebal. Udah kaya pak raden aja.
Aku pun msuk ke ruangan. Dn menrt ku ini dia kelas ku.
Aku pun memasuki ruangan itu.
"selamat pagi anak2". Sapa bpak yg mengantarkan ku. Dia adalah pak arwan.
"pagi !!". Seru anak2 yg brada d ruangan.
"hari ini kalian mendpatkan teman bru. Ayo kenalkan siapa namamu". Perintahnya. Aku pun tersenyum dn menatap smua anak2 yg nanti akan jd teman ku.
"pagi semua, perkenalkan nama saya CLARA WARDANI. Biasa dpanggil rara.".
"hai rara". Sapa mereka. Aku pun tersenyum.
'udah kaya anak TK aja' ckck...
"yaudah kmu skarang bsa brgabung dng teman2 mu. Kmu silahkan dduk di??" pak anwar brpikir sejenak kmudian dia melanjtkan. "kmu sma Rani".
Aku pun hnya menurut dn brjalan mnuju ktmpt yg pak anwar tnjukkan.
***
"siapa dia?". Tanya nya terus mengusik pikiran nya.
"RANGGA !!". Panggil seseorang brkulit putih, cntik, dn brmode centil.
"ke kantin yukz?". Ajaknya manja dng menggandeng lengan rangga.
"apaan sich loe". Katanya ketus dng melepaskan gandengan dr wanita itu.
"ke kantin sndri sana". Lanjtnya kesal dn brlalu bgtu saja. Wanita itu pun kesal. Dn brusaha memanggil "rangga?" brharap akn menemaninya malah meninggalkannya.
"sabar ya put". Kta seorang teman wanita itu yg trnyata brnama Putri.
"tau lah jen. Rasanya susah bgt wat ndapetin dia. Apa dia gak liat aku ini udah cntik, baik, pinter, seksi. Apa sich yg kurang". Ktanya kesal.
"udah lah, mungkin kmu blum jdoh ama dia". Ujar teman nya dng menepuk pundak putri.
"ya ampun jenny. Malez gue kalo loe cuma ngsih ucpan. Pasti itu2 mulu". Katanya BeTe dng meninggalkan temannya.
"putri, kok aku ditinggal? Tngguin". Rengeknya dng brlari menghampiri nya
***
"kamu teman nya reza kan?". Tanya nya. Aku trsenyum dn mengangguk. "iya. Loe yg kmaren ngmng ama rezakan?" kataku mengingat hari lalu ktka ku pertama kali melihatnya.
Rani. Dia adlah cwex manis yg menghampiri reza ktka ku sdng melihat sekolah ini. Trnyata dia baik. Dn skarang aku brada 1 meja lg dngnya.
"REZA!!". Panggilku rada berteriak. Dia menoleh dn trsenyum. Aku pun brlari untk bsa sampai dngnya.
"haaghh,, haaghh,, gue balik breng loe ya". Kataku dng nafas sengal.
"yah, gmana ya?". Katanya sok cool. "ntar pcar gue dkemanain?". Lanjt nya. Aku memukul lengan nya. "laga loe, punya pcar jg blum. Sok tau".
"haha... Pcar mang blum punya. Tp clon". Katanya dng menuil kepalaku.
Aish?! Nich anak sukanya maen kepala. Mentang2 lbh tinggi apa dr ku.
"gue mau lthan bsket? Loe mau ikt?". Ajaknya. Gue mengernyit. "yaudah gue ikt".
"yaudah yukz".
***
Bunda terduduk lemas dng memegangi dadanya yg sesak. Dia merintih kesakitan. Seorang pelayan yg menuju tmpat dia bkerja pun terperangah. "ibu, ibu gak papa?". Kata nya dng membntu Bunda brdiri. Tp tbuhnya smakin lemah dn kini dia pingsan.
***
"kok ksni za?". Tanyaku. Ktka menatap papan terang dr sebuah sekolah yg aku kenal. 'SMA HARAPAN 1'
"Iya, kta lthan dsni. Kbtulan ada atlit basket dr luar negri". Katanya dng menggandeng tanganku masuk.
Ngapain juga kesini? Malez juga harus ktmu Tata. Apa reaksinya lau ktmu aku dsni?.
Waduh. Ngapa jadi gni. Aku pun sampai d indoor lpangan basket. Cukup luas. Ternyata tak hnya aku dn reza aja yg dsni. Tp ada bnyak perwakilan skolah dr SMA se-jakarta.
"loe duduk dsni ya, gue ksana". Perintahnya. Aku pun brpisah dng reza.
Entah tersambar petir dr mana. Aku menatap takjub seseorang ciptaan Nya. Cakep euy. Putih, tinggi, ganteng dn bdan nya. Waduh?? Atletis bgt.
"rara!". Panggil seseorang. Aku pun sadar dr byangan akan itu AA KASEP. Haha.. Aku pun mengedarkan pandangan ku. Dan' tak ada yg ku kenal. Tp sesaat aku trhenti. Ktka aku yakini. Dia ???
"rani". Pekik ku tak percya. Aku pun brjalan menghampirinya.
"ngapain loe dsni". Tanyaku. Dia trsnyum. "aku pengen liat aja". Jwbnya santai. Aku mengernyit. "liat??". Tiba2 reza datang, dia trsnyum kpda ku dn rani. Hahaii.. Mrka sama2 merona. Malu? Ckck..
"drmana sich?" tnyaku. "hbs dr sna". Jwbnya dng menunjukkan sekrumunan anak2. Tiba2 mata ku membola. Menatap kagum. Cowok itu ada dsna. "za,," panggil ku. Tp tak ada jwbn. Ktka ku melihat ke arahnya?. Oh God!! Ini bkan korban sinetronkan??
"hayo loe! Dipanggil juga. Lg ngapain sich? Pke acra tatap2 an lg". Goda ku. Mrka trsenyum dn mungkin sadar. Aku liat mrka SALah TINGkah, salting = keasinan. "halah, gue dcuekin lg. Udah akh gue ksna". Pamit ku dn brlari mengarah kerumanan itu.
Aku pun brlari. Entah dr mana, dn gmana ceritanya. Tuch cwok udah brdiri dhadapan ku. Aku yg stngah brlari tak bsa mengendalikan dri lg. Dn.
BRRUUKK!!!
"auuww!" rintihku. Aku yg trjatuh, pun merasakan sakit yg amat luar biasa dipantatku. Tp? Tangan besar dn putih menyediakan untk menangkap tnganku. "kmu gak papa?". Tanya nya. Aku meraih tangan nya. Dn mendongak ke arahnya.
'waduh! Tinggi amat nich orang'
"emmh... Gak papa". Kataku malu. Dia menatapku. Kemudian dia mengeluarkan 1 kata yg mmbuat ku lemas. "tata?".
"hah?". Aku trpenjerat dn menatapnya. "bkan, gue rara". Kataku. Dia mengernyit.
"rara?!". Panggil reza. Aku pun menoleh.
"yukz blik". Katanya dr sebrang sana. Tnpa permisi aku pun meninggal kan cwok tinggi itu.
'huh, knpa hrus ada kata tata?'
aku pun brjalan keluar menuju parkiran, tiba2 ada yg mmbuatku trkejut.
"tata?"
Reza yg mendngarkan perkataanku pun mulai mengedarkan matanya. "mana?".
Aku pun brpaling dn brjalan cpat tp ada seseorang yg menghentikan lngkah ku. "ra, mau kmana? Tlongin tata dong". Katanya dng memegang erat lengan ku. Aku pun menepis. "tlongin? Emang knpa?". Kataku datar. Reza melotot.
"loe gak liat, tata bwa buku sbnyak itu". Katanya dng menunjuk dmana tata sdang brjalan susah payah krna dia mmbwa bku yg amat bnyak.
"gue tau loe benci ama dia tp gak gni cranya". Lanjtnya dng nada meninggi. Aku mengernyit. "gak usah sok tau deh loe". Kataku BeTe. "gue bkn ngsok. Tp krn gue emang tau. Loe benci ama tata bkn krn artian benci sbnarnya. Loe benci krna loe tkt sayangkan ama dia". Katanya lg. Aku menepis genggaman nya. "gue benci dng keadaan ini". Kataku dng brjalan meninggalkannya.
***
"tata!!". Panggil reza. Dia brlari untk bsa menghampirinya. "sini gue bntu". Lanjtnya. Tata trsenyum dn menyodorkan sbgian bku yg dia bwa. "makasih ya za". Mrka pun brjalan dn trus berbincang-bincang smpai akhrnya mnuju perpustakaan.
***
Aku pun brjalan. Entah mau sampai kpan aku brjalan. Yg jelas aku lelah. Cukup jauh aku brjalan tp tetap tak ada taxi, atau angkutan umum yg lewat. Dn aku ada dmana juga aku tak tau. Akh!! Dasar DoDol!
"brengsek! Braninya keroyokan loe!". Seseorang brteriak amat kencang dr sbuah gedung tua yg tepat ada dbelakangku.
Aku pun menoleh, ku tatapi semua sudut gedung tua itu. Trlihat sepi, dn rasa aneh mulai msuk dpikiranku.
'mana ada hantu teriak2 bgtu' celetuk ku sndri.
TRAKK!! suara aneh pun dngar sampai aku mmpunyai ke inginan untk msuk kdalam gedung tua itu.
Aku pun brjalan menyusuri tiap lorong ruangan gedung tua ini. Ku tatapi satu per satu ruangan bekas RUKO. Tp tak ada apa2. Tak ada khidupan dsni. Aku pun brjalan dn mmutuskan untk keluar dr gedung tua ini. Tp tiba2
KRESEKK !!!
Aku yang mendengar suara itu pun segara mmbuatku tkut akan hal sesuatu. Tnpa brpikir panjng aku pun brputar blik k arah pntu keluar gudang tua. Tp entah tangan dr mana. Dn siapa itu, aku tak tahu. Yg jelas aku trtahan olehnya. Aku dbuat mati karna saking tkutnya. Dng perasaan ragu aku pun menoleh.
'bismillahirohmannirohim'.
Dan?!
"BBAAA!!". Teriak seseorang dng muka acak2an persis orang gila. Haha.. Emang itu orng gila.
Aku yg trkejut pun sgera brlari mnjauh dr orang gila itu.
'aduh! Mana ada orang gila d kejar orang gila'. Ckck..
Aku yg tak sadar pun malah meneruskan prjalanan ku lbh jauh ke gedung tua ini.
Tanpa brpikir panjang aku yg msh dkejar-kejar orang gilapun sgera smbunyi dr kejaran nya ke suatu ruangan. Aku pun brjongkok dblik tmbok yg brlubang. "huughh,, huughh,, mana tuch orang gila". Bisik ku dng nafas ngos2an.
'jelaslah ngos2an. Lari cpat kaya marathon bolak balik mpe 3 kali gak ngos2an?'.
Aku yg msh mngatur nafasku pun mncoba mncri suatu benda untk keamanan ku dr orang gila itu. Tnpa kusadari aku menggenggam suatu yg hangat, lembut, dan?? Kok ada jarinya? Aku pun mengangkatnya. "AAAA!!". teriakku ktka tangan itu malah menggenggam erat tangan ku.
Aku pun brblik menatap siapa yg tlah menggenggam tanganku? "kamu?". Pekik ku tak percya dng melepaskan genggamannya. Aku pun melangkah mundur tp ada yg mengganjal. Aku pun menatap belakang
"AAAA!!". teriak ku lg dng brlari menuju orang yg ku panggil KAMU itu.
"heh!! Prgi loe". Bentaknya ke orang gila itu.
'kayaknya ini orang bpaknya orang gila dah? Masa gtu aja orang gilanya pergi' -,-
"makasih". Kataku dng menunduk. "ngapain loe ksni?". Katanya dng muka teduh dn pucat. Aku pun menatapnya. Eh, salah. Mendongak. Ini orang tinggi tau!
"kamu kenapa?". Tanyaku tnp menjwb pertanyaan nya dia tadi. "knapa?". Jawbnya heran. Aku mengernyit "mukamu lebam bgtu. Hbs dtonjokin ama orang gila apa?". Tanyaku bloon.
'mana ada orang gila mukulin orang? Yg ada orang itu yg gila. Tau itu orang gila, kok malah berantem' apa an sich gue! Ckck..
"udah loe pulang sana. Gak usah sok care. Gue gak btuh". Katanya dn brjalan entah kmana. Aku pun mengekorinya. Dng brjalan menunduk tiba2 dia menghentikan langkahnya. "aduh!". Kataku ktka menabrakmya. "loe tuli ya? Gue bilang loe Pu-LANG!". katanya dng nada meninggi. Aku menatapnya dng tatapan melas. Brharap dia akan menolongku. "aku gak tau jalan pulang".
Dia tertawa. "dasar anak kecil. Yaudah yukz pulang". Katanya dng menarik tanganku
***
"gue tadi kesini brengan rara". Ujar reza mmecahkan kesunyian d perpustakaan dmana hanya ada reza dn tata. "rara? Ngapain dia ksni? Trus dia mana?". Tanya tata heran.
"gue yg ngajakin dia ksni. Tp skarang dia udah prgi". Ujar reza. Tata tertunduk. "apa kalian gak pernah bcara?" tanya reza. Tata mendongak menatapnya. "jangnkn bcra. Trsenyum gk prnah".
Reza pun mndekat. Dng cepat tata mmeluknya. "aku kangen ama rara. Za' kangen!". Ujarnya dng nada se enggukan. Krna menangis. "aku dn bunda merindukan rara yg dulu. Bukan rara yg kuknal skarang. Rara skarang sangatlah dingin. Aku kasian sma bunda. Bunda sllu sedih lau melihat rara yg bgtu asing dngnya". Katanya lg. Nada suaranya smakin sangau. Krna menangis.
"udah ckup ta, aku tau". Kata reza dng mncoba menenangkan tata. Dia mmbelai lmbut rmbutnya.
"udah, yukz pulang". Ajaknya dng melepaskan pelukan tata. Tata trsenyum dn mengangguk
***
aku sampai drumah. Haha..
Baik juga tuch orang. Nganterin aku sampai dpan rumah.
"asalamualaikum". Salamku dng mulai msuk kdalam. Tp sejenak aku brlari dn menatap kaget apa yg kulihat skarang.
"BUNDA!". panggilku.
Aku pun menggapai tbuh bunda yg hmpir pingsan entah krna apa yg ku lihat wajah Bunda pucat.
"udah bunda istirahat aja". Kataku stelah mmbaringkan bdan nya dtmpt tdur. Bunda trsenyum dn mmegang pipiku, sgera aku menepisnya.
"bunda mau apa? Lau gak kuat jngn dpaksain". Kataku datar.
'aish. Sok TEU bgt aku. Mana ada orang sakit gk dtnyain sakit apa malah tnyain bgonoan. Akh'. Maklum grogi. :D
pdahal Emak sndri. Ckck..
"bunda mau buat makanan. Kmu blum makan kn?". Tanya bunda. Aku menggeleng. Dn sgera bngkit dr duduk ku.
"yaudah biar rara aja yg masak". Kataku santai. Bunda menatap heran.
"kmu bisa masak?". Tanya bunda. Tak ku jwb. Aku prgi gitu aja.
'Dasar anak kurang ajar!' ckck..
***
Reza pun mengantarkan pulang tata. Tiba2 ban motor yg d tumpaki mereka kempes.
"gmana nich ta? Kempes gni". Ujar reza trlihat kesal.
"yaudah kita cri bengkel aja". Katanya dng snyum menyungging manis.
"dsni jarang ada bengkel kali ta, liat aja tuch sepi gni. Yg ada kta jalan nyampe rumah". Kata reza pnjang lebar. Tata lagi2 trsenyum. "ya gak papa itung2 olahraga." katanya santai. Reza menatap aneh.
"dkasih makan apa sich nich anak, jd anak ko sabar bgt". Batin nya.
"yaudah yukz jalan". Ajaknya. Reza hny mnurt dn mulai mendorong mtornya.
***
Jam mulai menunjuk kan pukul 19.00.
Saatnya makan malam. Aku yg sdh siap dng makanannya pun sgera menghampiri bunda untk mengajaknya makan malam.
"seadanya ya bun". Kata ku dng menatap hsil masakanku.
'gmana bisa, orang d dapur nyampe 3 jam. Hasilnya cuma Telur Dadar'. Hahaha..
Bunda trsenyum. "gak papa". Katanya lembt.
"oh ya, tata mana?". Tanya bunda. Aku kaget.
'aduh! Iya juga. Tata kmana coba?' ckck..
Asyik bereksperimen sich.
"gak tau bunda. Kayaknya blum pulang". Kataku sekenanya.
"yaudah yukz makan". Kata bunda.
Tok,, Tok,, Tok,,
ketukan pintu pun mmbuatku trbngun. Dng gontai, dn stengah sadar. "knapa bsa aku tdur dsni?". Ucp ku sndri, ktka menatap aku tdur dsofa.
Akupun mmbuka pntu. (ceklek)
"asalamualaikum". Salamnya stlah ku mmbukakn pntu nya.
"wa'alaikumsalam". Jwbku se adanya. "maaf aku pulang malam, tadi,,?". Kata tata yg mencoba menerangkan, tp aku ptong. "udah sana masuk, mukamu pucat. Udah aku siapkan air hangat buatmu". Kataku. Dia tersnyum dn mulai msuk. "makasih".
Aku pun ingin mengekornya. Tp sayang. Ada sesuatu yg menahan ku. "rara". Panggilnya. Aku menatapnya. "apa?".
"sorry wat yg tadi".
"gak papa, sante aja". Kataku santai.
'mang ada apa? Gue juga jwb apa? Ckck' tp gue ngerti. Haha..
"udah blik sono. Apa loe mau numpang mandi? Jngan" loe mau minta makan lg? Tp msh ada kok, sisanya". Kata ku dng iringan tawa yg menghina. Dia menatap jengkel. (TAKK)
"aduh!". Kataku dng mengusap kpalaku.
"uukh,, sakit bego. Sana gich pulang. Gak asyik loe. Maen nya kepala". Lanjt ku cemberut. Dia mencubit pipiku.
"auw auw auw". Rintihku.
"reza !!". Teriak ku menatap reza kbur gtu aja. Dia ketawa "gue balik".
***
Tata yg terduduk pun mrasakan sakit luar biasa. Harusnya dia tdak boleh secape ini. Dn inilah akibtnya.
"sakit". Rintihnya dng memegang dadanya.
***
Malam menunjukkan bintang yg amat indah. Aku yg duduk d halaman rumah pun trasa terusik dng kdatangan seseorang.
Dia duduk dsampingku.
"makasih kmu udah ngejagain bunda". Kata tata. Aku tersenyum kecut. "dia juga bunda gue kali". Dia tersnyum. "aku kangen ra". Katanya dng memeluk lenganku. "apaan sich?". Kataku dng melepaskan nya. Dia tertunduk. "aku juga kangen sma loe ta". Kata ku dng senyum mengembang di bibir. Dan itu gak cntik. Tapi JELEK!!
Dia memelukku senang
***
Mataharipun mulai menerobos masuk kdalam kamarku. "ra, bngun ra". Panggilnya dng trus mengguncang-guncangkan bdanku. "iya," kta ku singkat dng mncoba mmbuka mata.
"tata". Kataku lemah. Dia trsenyum.
'gue liat muka ku sndri' haha,,, cantik. Dia make scraf brbntk pita drmbtnya.
"ayo bngun, kmu mau brangkt jam brapa? Ntar telat lg". Katanya dng menarik tanganku. Aku hnya mnrt dn mulai brjaln k kmar mandi.
***
aku pun siap d dpan cermin. Ku liat wajah mungil ku, "gak beda jauh kok cntiknya, lau gue pke scraf yg sma kaya dia". Kata ku sndri dng trsenyum jail.
"rara!". Panggil bunda.
Aku pun trun dr anak tangga. Ku lihat bunda sudah hadir dsana.
Oke!! Kita mulai lembaran hdup bru ku. Mungkin bunda yg mbuat gue kaya gni. Cemburu tingkat akut. Tapi aku sadar, 'gue anak kurang ajar'. 'gak tau trimakasih'.
Tak ada salahnya kita mulai jalani hdup dng perlahan-lahan.
"bunda udah sembuh?". Tanyaku. Bunda trsenyum.
'waduh! Yg liat kaya gni. Brasa adem. Disini! *tunjuk dada'.
"udah dong, kan djagain sama putri yg cntik. Masa gak sembuh". Jawbnya. Tata cekikikan. Dan aku.
*GUE TERBANG :D
sarapan pun usai, aku yg sdang mengemasi diripun siap untk brangkt sekolah.
Tin,, Tin,, Tin,,
terdengar suara kelakson. Aku yg sudah nangkring d ambang pntu pun brjalan menghampirinya.
"reza?". Kataku. Dia trsenyum. "yukz, berangkat". Ajaknya. Aku bingung. "mksud loe tata? Gue panggil dulu". Kataku yg hendak kmbli kdalam rumah, tp dcegat.
"heh?! Dodol apa lemot sich". Katanya jengkel. Aku mengernyit kn mata. "gue ksni ngajak loe buat brangkt brengan gue. Ngapa loe manggil tata? Jelas2 gue skolah brengan loe". Lanjtnya dng muka lucu. Aku trtawa dn sadar akan dodolnya saya.
"haha, sorry bro". Jawbku santai. Dng naik d blakangnya untk membonceng sepda mtornya
"udah?". Tnya nya. Aku mengangguk. "pegangan dong". Lanjtnya lg. Aku menatapnya. "ntar ketauan pcar loe lg".
"ish yaudah". Katanya dng menancapkan gas mtor.
"rani?!". Panggil ku, dia menoleh dn brhenti brjalan. Aku pun mengejarnya. "mau kmana?". Tanya ku, stlah brada dsmpingnya dn kta brjaln iringan. "mau k aula. Loe mau ikut?". Tawarnya. Aku mengangguk cpat. "boleh, itung2 jalan2 juga". Kataku. Dia trsenyum.
***
"tata!!". Panggil seseorang. Tata pun menoleh, dn tersnyum. "knpa gan?". Tanyanya. "langsung aja dah, kmaren gue liat cewex mirip bgt kaya loe". Ujarnya to the point. Tata menatap bingung, tp dia tau. "oh, mungkin rara". Jawbnya dng senyum mengembang d bibirnya. "oh, dia siapa loe?". Tanya nya lg. "dia saudara kembr aku".
"ohh..". Seru nya dng hnya ber O- ria.
"yaudah, gue duluan ya". Katanya dng meninggal kn tata sndri.
Dlam hati tata dia ingin brteriak bhagia. Krna dia sangat menyukai, cwox tinggi brkulit putih ini.
***
Aku pun smpai d ruang aula. Bnyak anak yg memenuhi ruangan ini. "ada apaan sich ran?". Tanyaku pda rani yg brdiri tpat dsmping aku. "ada pemilihan anggota cheers bru. Loe mau ikut?". Jawbnya. Aku yg td menatap k arah krumunan anak itu pun hrus menoleh mnatap rani yg trsenyum. "gak lah makasih, gue gak mau". Jawb aku yg menolak ajakan nya. "knapa?".
"gue gk bsa joged bgonoan". Jawbku singkat. Dia trsenyum jail. "tp gue yakin loe bsa". Ucapnya dng brjalan menjauh dr ku dn mulai menerobos kerumunan anak2 yg memadati ruangan.
"rani, jangan!". Teriak ku dng brjalan, brharap menemukan nya. Tp sayang aku tak menemukan nya.
***
15 menit aku mengedarkan pandanganku, dan kini aku bsa menemukan nya.
"rani?". Panggil ku dng melambaikan tangan. Tp tiba2.
"oke!! Skarang peserta nomor 5 kta panggil Clara Wardani". Ujar MC yg mmbuat ku melotot menatap rani. Tp dia malah asyik ketawa.
"sialan!". Pekik ku menatap rani.
"ayo! Clara Wardani d harap maju k stage". Panggilnya lg. Dng lemas aku brjalan menghampirinya.
"apa gue bsa". Ucp ku sndri stlah brada d stage. Musik pun mulai brsuara, teriakan anak2 membuat ku tak brdaya.
'mau joged apaan gue? Aduh, ini bukan lomba joged Goyang Gayung, kaya iklan nya XL kan?'. Ckck...
15 menit aku mengedarkan pandanganku, dan kini aku bisa menemukannya
"rani?". Panggilku dng melambaikan tangan.
Tp tiba2.
"oke!! Skaramg peserta nomor 5 kta panggil Clara wardani..". Ujar MC yg mmbuat ku melotot menatap rani. Tp dia malah asyik ketawa. "sialan!". Pekik ku menatap rani.
"ayo! Clara Wardani d harap maju k stage". Panggilnya lg. Dng lemas aku brjalan menghampirinya.
"apa gue bsa". Ucpku sndri stlah brada d stage. Musik pun mulai brsuara, teriakan anak2 membuat ku tak brdaya.
'mau joged apaan gue? Aduh ini bukan lomba joged Goyang Gayung kaya iklan nya XL kan?". Ckck..
Sekitar 3 menit aku menunjukkan kebolehan ku dlam brjoged ala orang gila tepatnya.
"keren bgt ra". Kata rani yg skarang brada d hadapan ku. Aku menatap dn kmudian keluar dr ruang aula. Tanpa basa-basi, aku lngsng ndemprok aja d lantai. "huh! Sumpah nyawa gue msh ktinggalan dsana, brasa gk da nyawa gue". Kataku dng skali mengatur nafas.
"heh! Ngapain duduk dstu. Aduh, kta dduk d kantin aja yukz". Ajaknya dng menarik tanganku. "aduh ran, kaki gue msh lemes naham grogi d dpn tdi". Kta ku lemes. Dia cekikikan dn jongok dhadapan ku. "heh! Gak usah bkin malu gue dah. Brasa loe kya pengemis d perempatan dpn sekolah". Katanya dng snyum menghina. Aku menoyor kpalanya. "sialan!". Umpat ku kesal dn bangkit brdri. "udah yukz". Lanjt ku dng mengajaknya. Dia mendongak mnatap ku dn brdiri. "kemana?". Tanyanya. "mau ke perempetan dpan, nyari pengemis yg mukanya mirip kaya LOE!". kataku kesal dn brjalan meninggal kan nya. "yaelah, gtu aja ngambek". Katanya dng brjalan d blakang ku. Aku menoleh dn trus brjalan. "bodo!".
BRAKK!!
" Auwww ". Teriak seseorang. Aku pun reflek. " maaf, , maaf, , ". Kataku, dia melotot.
Waduh! Dendam nyi pelet nich muka!
" Heh!! Kalo jalan make mata! Jangan pake dengkul ". Teriaknya lantang d hadapan ku.
'nich cewek, gak krasa apa mulutnya bau'. Haha..
" maaf kak, temen aku gak sengaja! ". Kata rani dng menunduk. " dasar! Bego sich loe pada ". Katanya dng brjalan meninggal kan ku.
" itu sapa sich ran? ". Tanyaku. Rani menoleh dn trsenyum. " dia kak putri, anak donatur trbesar d skolah ini ". Jelasnya. " pantes, blagu gtu !". Kata ku. Kmudian kta brjalan menatap lurus mengarah ke kantin, tapi tiba2 ada yg membuat ku memindah haluan. Orang itu!! Orang dr bpaknya orang gila. Haha..
" rani.". Panggil ku. Dia menoleh menatap ku. " dia siapa? ". Tanyaku menatap lurus Dia!!
" yang mana? ". Tanya nya dng mencari dmana mata ku menatap seseorang.
" ohh itu, yang lg duduk d taman sendirian ". Lanjt nya. Aku trsenyum. " iya dia, siapa dia ". Tanya ku lg dng MuPENG.
" dia, kak rangga anak XII IPA 2. Kenapa? Loe suka? ". Tanyanya yg membuat ku harus menatap muka manis si rani ini.
" apa? Nggak lah, gue cuma pernah ktmu dia aja ". Jawb ku datar. Dia tersenyum. " suka juga gak papa kali ra, cwok keren kaya dia, cuma orang gila aja yg gak suka sama dia ". Ucapnya dng menatap Dia kak rangga. " heh! Brarti gue orang gila dong ". Kataku dng menepuk pundaknya. Dia menoleh dng cekikikan. " maybe, ". Ujarnya singkat. " dia anak basket kali ra, ". Katanya lagi dng menatap lurus. " dia The best Player of the Year MVP taun ini. Hbatkan ". Lanjt nya. Aku trsenyum kecut. " hemmt.. Jangan2 loe yang suka sama dia? ". Tebak ku. Dia menoyor kepalaku.
'aish, nich anak. Sekalinya noyor. Efeknya gila' ckck..
" gak lah. Gue kagum ama dia aja. Reza juga gak kalah hebt nya ama dia ". Ucpnya. Aku menatap nya lekat.
'ngapa jd bwa2 reza?' ckck..
" loe suka ama dia ran? ". Tanyaku. Giliran dia yg menatapku. " cuma cewek bloon aja yg gak mau dia. Dia baik, care sama cewek. Dn yg terpenting dia temen yg ngena bgt dsni *nunjuk dada ".
Jelasnya. " gue iri ama loe ra, loe bgtu dket ama reza ". Lanjtnya lg. Dan aku hanya diam, tak mampu brkata apa2.
" Heh! Yukz ke kantin. Malah ajang curhat lg ". Katanya dng menarik lenganku.
Aku hanya cengengesan gak jelas.
***
Pelajaran pun dmulai kembali. Sekarang hari sabtu, dmana bdanku serasa cape gak tau mau ngmng apa, yang jelas aku ngantuk. " Hoaamm.. "
" RARA !!"
Aku yg trtidur pulas pun kini terusik dng panggilan itu.
Dan sesaat kemudian. "ra, bngun ra. Aduh! Cari mati loe". Ku dngar rani jg ikut brsuara dn trus mengguncangkan bdanku. Aku pun menoleh dn mulai mengangkat kepala. Ku dapati tatapan anak2 yg mengarah pada ku.
'kenapa? Ada apa? Apa sebegitunya kecantikan ku, ckck.. GILA. maklum nyawa msh nglayab.'
"CLARA WARDANI!! Apa arti dari sebuah metamorfosis".
'nah loe, gue jwb apaan? Ckck.. Bru jg ngumpul'.
"CLARA WARDANI! Apa kamu bsa mendengar pertanyaan dr saya". Katanya murka.
"bi,, bisa bu". Kataku gugup.
"maju ke dpan, dn jelaskan d hadapan teman2 kalian". Terangnya lg. Aku pun menurut. Dng nyawa yg blum full, rasa grogi + malu krna anak2 sdang bhagia d atas penderitaan orang lain.
'emak! Helpme'. Hiks.. Hiks..
"metamorfosis adalah....". Kataku menggantung, ku daratkan jari telunjuk ku d dagu. Supaya keliatan sok mikir.
"metamorfosis adalah, , suatu kesempatan untk merubah dr orok mpe tua". Kataku ngasal. Ku dengar teriakan + tawa dr anak2.
'ckck.. SETAN loe pada. Mana gue tau coba'.
"keluar kamu dr kelas saya!". Ujar Bu Tuti guru biologi super killer.
"ta, , tapi bu".
"gak ada tapi2 an, keluar kamu". Usirnya.
Dan kali ini aku hrus menurut
***
sepi! Panas! Hening. Itu yg kurasakan saat ini.
"ngapain juga dsni!". Kataku dng beranjak pergi dr taman yg ku singgahi ini.
BRAKK!! PRANG!!
"kodok gue!!".
Aku yg terjatuh pun segera bangkit dn menghampiri orang itu.
"ma, , maaf kak". Kataku dng membantunya mengumpul kan kertas2 ilmiahnya, dn sbagian berenang d kolam ikan.
"loe?". Katanya dng menunjuk ke arah ku.
"ahh!! Loe kalau jalan pake mata dong. Liat nich karya tulis gue basah. Mana kodok gue juga minggat lg". Katanya dng lantang dhadapan ku.
"ma, , maaf kak". Kataku lg dng terbata.
"cepet bntu gue nyari saudara kembar loe!".
Suruhnya. Aku menatapnya.
" apa?... ". Mulutku menganga lebar. Entah selebar apa yg jelas aku shock.
'dia kenal tata, sejak kpan?'.
"heh! Budeg apa tuli sich loe!". Katanya lg.
"kakak kenal tata?" tanyaku, dia menatapku.
"tata? Sapa tuch. Gak kenal gue". Jawbnya dng kembli memandang sekeliling.
"lah tadi ngmng mau nyari saudara kembar aku". Kataku. Dia menatap ku lg. "aduh!! Dasar dodol. Anak kecil juga gak lemot2 amat kali. Udahlah, sawan juga gue mbahas itu. Cepet nyari kodok gue". Katanya jengkel. Dan aku hnya menatap dng muka dodol ala iklan Mie Sedaap. *aku gak punya bpak.
***
putri gadis centil dngan gaya modis, entah d sekolah, entah d rumah. Modis tetap nomer 1. Tp kini dia tercengang dng apa yg diliat.
"rangga? Ngapain? Sama siapa? Ish... Pake kecentilan sgala lg tuch cewex". Gerutunya kesal. Ketika dia melihat pujaan hatinya tertawa dng cewex sederhana yg menurtnya tak pantas dng dia.
***
buset!! Cape juga nyari kodok. Mana kodoknya kecil bgt lagi.
"heh!! Loe". Teriak seseorang yg mungkin memanggil ku. Aku pun menoleh. "sapa nama loe?". Tanya nya ktka brada dhadapan ku.
" rara kak,". Jawbku canggung.
'waduh! Gmana gk canggung lau dhadapan nya ada putri mak lampir dr gunung himalaya. Haha..
"anak bru apa? Kok gue bru liat loe?". Tanya nya songong dng mendorong tbuhku.
"iya kak, , ".
"tadi gue liat loe dket2 ama rangga. Ada hbungan apa loe ma dia". Tanyanya dng nada membentak.
"ohh, , itu. Tadi aku gak sengaja ngilangin kodok nya kak rangga". Jwbku datar. Dia mengernyitkan matanya.
'tatapan nya nyok, dah kaya mau makan gue'.
"oke itu gak sengaja. Dn gue harap loe gak usah dket2 ama dia lg. NGERTI LOE!". katanya kesal dng mendorong tbuh ku lg sampai kepala blakang ku membentur tembok.
Dan dia pergi gtu aja.
"DUGGH!!".
"aduh! Sakit bego". Umpat ku kesal padanya.
***
"RARA!!". teriak seseorang. Aku pun menoleh. Rani?!
"kenapa?". Tanyaku stlah dia ada dhadapanku. "harusnya gue yg tanya ma loe. Loe kenpa?".
"kenapa? Gue gak kenapa-napa".
"gak usah blaga lugu loe,,,". Rani menatapku. "loe hbis dlabrag ama putrikan?". Lanjtnya. Aku hanya terkejut dng apa yg dkatakan.
"tau dr mana loe?".
"gue tau dr anak2, ngehe bgt sich loe. Loe anggep gue apaan. Gue kira kta udah temenan." katanya jengkel. "sampe ada kasus gni aja gue hrus dnger dr orang lain. Bkan dr mulut loe". Lanjutnya. Aku hanya terdiam. Bkan karena aku takut, tapi ?? Apa yg dkatakan. TEMAN?? Bahkan ini nyata bkan mimpi. GUE PUNYA TEMAN!! HAHA..
Oke! Gak papa, tp emang aku bhagia.
'akhrnya gue bsa punya teman'. Ckck..
"RANI!! RARA!!". Panggil seseorang. Aku dn rani pun menoleh ke sumber suara. Dia berlari menghampiriku. "reza,, ". Ujar rani dn aku. "ra, , yukz pulang. Gue mau ngmng sama loe". Katanya dng datar. Aku menatap nya. Dan rani??
"hah? Mmm gue, , blik duluan aja dech". Kata rani yg berlalu dhadapan ku. Dng segera. Ku tahan dng kaki, sampai akhrnya dia terjatuh krna tersandung.
DUUGGHHH!!
"Auwww!". Rintihnya. Aku dn reza pun segera membantunya brdiri. Ku lihat dia melotot ke arahku.
"gak papa ran?". Tanya reza panik. Rani tetap menatap marah pda ku. Aku hanya tersenyum k arahnya.
"sakit!! Ra?". Jawbnya dng menatap ku lg.
'masya allah, nich anak matanya gk takut keluar apa? Melotot mulu'. Ckck..
"udah za, loe anter rani aja. Kasiant tuch dia kesakitan". Suruhku. Reza terlihat bingung.
"nah loe gimana?". Tanya nya. Aku tersenyum. "sante men. Gue bsa blik sndri kok". Jwbku.
"tapi?". Dia menggantung.
"alah, udah gakpapa. Cepet gich anter rani pulang. Ntar malah tambah parah". Kataku, kali ini ku liat wajah rani yg trsenyum kpada ku.
"yaudah lah, yukz ran. Bsa jalan gak?". Tanya reza ke rani. Rani menggeleng. Akhirnya dng terpaksa reza memapah rani keluar kelas dn mungkin dia pulang. Sedangkan aku??
'pasrah Makk!'.
Oke!! Gak papa, biar blik sendiri dr pada harus pulang bareng reza yg bkal intogerasi aku??
Tin,, Tin,, Tin,,
kudengar suara kelakson mtor dr belakangku, aku pun menoleh. "hai?". Sapanya. Aku mengernyit. Dia pun turun dr mtor dn menghampiriku.
'sapa nich? Kenal gak, make nyapa lg. Alah mak! Mana tinggi sangad nich orang'.
Aku mendongak ke arahnya. Dia pun melepas helm yg ia kenakan. "HAH?? O-M-G". Umpat ku dalam hati.
"masih kenal gue kan?". Katanya dng tersenyum manis ke arahku. Aku yg terhipnotis pun hanya mengangguk dng muka. CENGO!!
'gantengnyaaa'. Haha..
"loe saudara kembarnya tatakan?". Tanya nya lg. Dn skali lg aku hnya mengangguk.
"hai, dr tadi gitu mulu. Kenapa? Ganteng ya?". Katanya PeDe.
'GUBRAK!! sadar bgt nich anak ganteng'.
Aku pun tersadar dng hipnotisnya. "hehe..". Aku jwb dng cengengesan yg gak jelas dng menggaruk kepala blakangku. PUSING!!
'pala gue benjol apa? Nckck, , dasar mak lampir. Gue gagar otak nich'.
"yukz blik, gue anter". Ajaknya. Aku melotot. "apa?? Mmm... Mang kmu rumah gue dmana?". Tanyaku dng bhasa campuran. Maklum nerveus tingkat ATAS!
"Iya, gue anter loe. Loe satu rumahkn sama tata". Kata nya lg. Aku pun mengangguk.
"yaudah yukz". Ajaknya skali lg, kini dia sdh brada dmtornya. Aku pun mendkat dn mulai duduk manis dblakang.
'DEG-DEG SERR'. haha..
***
di perjalanan pun terasa hening. Gak mungkin kan aku gak menyapa buat dia basa basi kek.
Oke! 1 2 3,, ayo cek congor dulu.
"mmm,, nama kmu sapa?". Tanyaku dng mendkat. Tkut gk kedengaran.
"gue morgan. Loe".
"gue rara. Loe kenal ama tata? Teman apa?".
"iya gue temen nya. 1 sekolah lg".
"lah trus kok bsa ada dsekolah gue?".
"tadi ada urusan sama temen d sekolah loe".
"ohh..".
Kurasa ckup untk berbasa basinya.
CKITT!! Motor hitam vixion pun brhenti d dpan rumahku.
"makasih" kata ku stalah trun. Dia tersenyum. "iya sama2".
'BUSEDD!! Cakepnya'.haha..
"gak mampir dulu gan?". Tawarku. Dia menggeleng.
"gak lah gue langsung pulang aja".
"yaudah makasih ya".
Dia tersenyum ke arahku dn mulai melajukan vixion nya.
Reza dan rani pun sampai. Kini rani terduduk dsofa, "ran,,, sepi amat? Pada kemana?". Tanya reza. "lg keluar mungkin". Jawb rani. "dapur loe mana?". Tanya reza lg dng menatap keliling rumah rani. "itu". Tnjuk rani.
10 menit kemudian.
"sini,,". Perintah reza dng mengangkat kaki rani yg lebam. Dngan rasa canggung, "za,, gak usah. Gue bsa sndri kok".
"gak, udah lu diem. Gak papa juga".
Rani pun hanya terdiam menatap reza yg kini ada dhadapan nya mengkompres kaki nya yg lebam.
"makasih ya za".
"sama-sama".
***
aku pun masuk k dalam kamar ku, jam berapa ini? Hah?.
"jam 7?". Kata ku stelah trbngun dr tdur ku. "mana blum mandi lg".
(ceklek) pintu kamar pun trbuka, aku menatap siapa dia?
"tata?". Kataku seraya mendapati tata msuk kdalam kmarku.
"udah bngun ra?". Tanya nya dng tersenyum menatapku. "yang loe liat gmana?". Jawbku ketus. Dia manyun. "ngapain loe ksni?". Tanyaku, dia menatapku dn tersenyum. "gak papa, cuma pengen ksini aja". Jwbnya riang.
'aneh nich orang!' ckck..
"ra,, tdi kmu pulang breng morgan ya?". Tanya nya. Aku pun bangkit dr duduk ku dn meraih handuk. "kok loe tau, dr mana?".
"gak tadi aku liat kmu pas trun d dpan rumah". Katanya dng senyum nya.
'gak cape apa senyum terus?'. Kembaran gue rada nich.
"kenapa? Loe cemburu?". Kataku sinis. Dia senyum lagi. "gak? Buat apa aku cemburu pacar jg bkan".
"tapi loe suka?". Tanyaku dng mengangkat samping alis ku. Dia tersenyum.
'ya allah, nich bocah knapa? Senyum mulu. Beda jauh dr gue!'.
"sapa sich yg gak suka sama dia? Dia kan cakep. Baik pula". "dan cocok ama gue". Kataku songong. Dan dia melotot.
"kenapa? Gak suka?". Kataku sinis. Dia menunduk. "tenang aja kali, gue gak suka sama dia. Lau loe suka ambil aja. Apa perlu gue comblangin". Jelas ku. Dia menatap malu kpda ku.
***
Hari minggu, , ,
tapi kepala pusing. Haduh!! Ini pasca kebentur tembok kemaren ama Mak lampir si putri itu kan.
"rara? Ada yg nyari in kmu". Kata bunda lembut.
"siapa?". Tanya ku. Bunda hanya mengangkat bahu. Dn itu artinya gak tau.
Aku pun segera keluar menemui, siapa yg ingin menemui ku. Hah!!
"hai". Sapanya dng muka datar.
'gak bener nich. Napa dada gue gni. Akh!! Deg2 an cuy'.
"kakak!". Kata ku terkejut. Dia tersenyum.
"kok kakak tau rumah ku?". Tanya ku polos.
"loh, kok gak dsuruh masuk ra, kasian masa dluar". Perintah bunda. Dia menunduk arti hormat. "gak usah tante, aku kesini mau ngajak rara keluar kok". Katanya lembut. "boleh kan tante?". Lanjutnya lagi. Aku mengernyit.
'maksudnya apa??'.
"boleh lah, kebetulan malah. Rara itu gak pernah main. Stelah pindah dr jogja". Kta bunda. Aku hanya bisa bingung.
"yaudah, bunda keluar dulu. Asalamualaikum". Pamit bunda yang emang bunda akan ke cafe.
"wa'alaikumsalam". Jawbku brsamaan dng kak rangga.
"hati-hati tante". Ucap rangga, bunda hanya menoleh sblum dia masuk ke mobil dn melaju untk sampai ktmpat bunda tuju.
"yukz ikut gue". Ajaknya dng menarik tanganku.
"aduh!! Mau kemana?". Kataku meronta.
"udah diem. Ini juga gara2 loe, gue harus nemuin bocah tengil kaya loe". Ucapnya dng trus menarik tanganku.
"cepet naik". Perintahnya. Setelah dia brhasil menyeret ku ke tempat NINJA biru yg trparkir manis d dpan rumah.
"gak, kakak mau nyulik aku apa?". Kataku polos dng ancang2 ingin brlari masuk krumah. Tp sayang, tanganku sudah draihnya. "heh!! Loe kata gue bego apa? Buat apa gue nyulik loe, gak ada untungnya juga. Yang ada hidup gue sial gara2 loe". Jawbnya. Aku manyun.
'lah trus mau ngapain dia ngajakin gue? Dasar DoDoL'.
"cepet naik. Malah manyun lg". Suruhnya dng menarik tanganku lbh dkat dngnya.
"tapi??". Kataku lg yg membuat dia kesel.
"apa lagi? Loe mikir gue mau merkosa loe gtu". Kata rangga dng nada kesal. Dng cepat aku segera menyilangkan tangan ku d dpan dada.
"hah! Tuhkan, udah akh aku gak mau". Kataku dng brjalan masuk kdalam hlman rumah.
Tapi dia lagi2 mencegatku. "ikh!! Susah bgt sich loe". Katanya dng menyeret ku ketempat semula. Dia menaiki mtor terlbh dahulu, dan kemudian dia menyeretku dng tatapn kesal, untk segera duduk dblakang.
***
Aku pun sampai d suatu gedung, yang tinggi dan rame. Maklum NDESO!!
"yukz". Ajaknya stelah memarkirkan kuda bermesin nya. Aku hanya diam. "kenapa? Loe mikir gue bkal bunuh loe?". Katanya sinis. Aku menggeleng. "aku malu, bego". Umpat ku dlam hati.
'gmana gak malu. Ya allah, apa yg kupakai skarang? Cuma hot pants dn kaos tanpa lengan. Aurat ku kebuka. Aduh!! Lau drumah sich gak papa. Lah ini. UMUM men!!'.
"malu kak". Kataku dng seraya menundukkan kepala.
Dia menatapku. "kenapa malu? Mang mau ketemu presiden". Katanya songong. Aku menatapnya. "udah yukz". Ajaknya lg. Aku hanya mengekornya.
Adem!!! Haha... Seger juga tp kan malu. Masa gni sich. Emang bnyak yg lbh dr pda ku. Tp tetep malu juga.
Dasar!! DoDol brmata kodok. Gak punya ati.
Aku pun terhenti ketika kak rangga berhenti dn menatapku. "heh!? Loe nunduk terus nyari apaan? Uang gope an? Gak ada dtmpat kaya gni". Katanya, yg membuat ku tertawa dn brhasil menonjok lengan nya. "yaudah makanya. Sini". Katanya dng menggenggam tanganku erat. Kami pun mulai brjalan lg.
'akh buset!! Mimpi apa gue semalem. Deg-Deg an. Tapi okelah! Dia baik juga. Mskpun tetep songong nya ada'.
"ngapain ksni kak?". Tanyaku stelah memasuki ruangan yg bertuliskan.
GRAMEDIA.
"mancing! Ya beli buku lah buat hasil karya kemaren yg udh basah ama loe". Katanya jengkel dng menjentulkan kepalaku.
"ya maaf, aku kan gak sengaja". Kataku dng nada brsalah.
1 jam
2 jam
3 jam
DINGIN!!! itu yg kurasakan setelah ku trbngun dr tdurku. Aku pun menatap sekeliling. Dimana aku? Hah! Kak rangga?.
Aku pun mendirikan kepalaku yg sdari tadi ku biarkan menempel dng meja dhadapanku.
DUGHH!!!
"aduh!!". Kataku dng nada kesakitan.
'kenapa? Mana maen gaplok pke buku lg. Nich kepala WOY!!'.
"brisik amat loe". Katanya. Aku pun menunduk. "maaf". Kataku dng nada brsalah.
Aku pun keluar dr GRAMEDIA. ini jam berapa pula? Kok tambah banyak aja yang datang d MALL ini.
KRIUUKK... Laper!
"huh! Brhubung loe udah mau nemenin gue. Gue traktir loe makan". Katanya dng senyum yg menyeringai. DAMAI!!
"hehe,,, gtu bru oke". Kataku mantap. Dia menjitak kepalaku. TAKK!! "dasar bocah cilik".
Aku pun brjalan beriringan dn brpegangan tangan dngan dia! Yg mmbuat hati ku, Cenat Cenut! Aku gak jatuh cinta kan?!
Aku dn kak rangga pun brjalan brkeliling mencri restorant sepi. Tp gak ada. Maklum weekend.
'kenapa gue? Kenapa? Kok jd gak enak gni'.
"loe sakit?". Tanya nya. Dng menghentikan langkah. Aku pun menatapnya, "gak,,". Jawbku singkat. Tapi msh dngan rasa Aneh yg ku rasakan skarang ini.
'Gue itu kenapa?!'.
Dia pun melepaskan jaket yg ia kenakan. "nich pake". Ucapnya dng mengenakan ke bdanku. "ng,, gak usah kak".
"udah gak papa, ntar pulang loe minta dkerokin. Tkutnya loe masuk angin". Katanya dng tersenyum jail. Aku menonjok lengan nya.
'ini merhatiin apa menghina sich?'. Ckck...
"duh, loe mau jd petinju apa?". Katanya kesel. Aku cengengesan.
Kami pun mulai melanjtkan perjalanan ku utk mncri resto. Tapi. Aku nyerah! Pusing! Mungkin benar apa yg dkatakan kak rangga.
'GUE PERLU KEROKKAN'.
"kak pulang yukz?". Ajak ku. Dia menoleh. "loe pucet? Sakit? Yaudah yukz blik". Katanya khawatir.
Aku pun brjalan dng memeluk lengan kak rangga. nyawa yg smakin hilang. Sumpah! LEMES!!
***
Bunda yg dari tadi menunggu kehadiran dokter yang muncul dr ruangan UGD pun semakin khawatir. Dia stress. Apa yang terjadi dngn putri kecilnya itu.
CEKLEK!!
"dok,, gmana keadaan tata?".
***
Aku pun sampai d dpan rumah. Dng gontai aku trun. "makasih ya kak". Kataku lemas. Kak rangga menempel kan tangan nya ke jidat ku. "loe beneran sakit". Tanyanya tanpa menghiraukan perkataanku. Aku pun trsenyum kecut.
'ku hamil duluan sudah 3 bulan, gara2 pacaran mainnya brduan' *nada panggilan rara.
"ada yg ngadain organ tunggal pa?". Tanya nya menghina.
Dengan cepat ku ambil ponsel ku yg ada dsaku celana dn mengangkatnya.
"hallo...".
"kenapa bun? Iya.. Aku drumah. Ada apa? APA!!".
***
aku dn rara pun sampai d Rumah Sakit Amanda. Dia kesini karena tadi bunda telepon dan mengabarkan tata saudara kembarnya drawat d sini.
"bunda!!". Panggilnya dng brjalan mendahaluiku dn kemudia menghampiri bunda nya.
"tata kenapa?". Tanya nya khawatir. Bunda hanya bsa diam. Dia hanya bsa memeluk rara dn kemudian menangis se enggukan dpelukan rara.
'kenapa? Gue gak mikir ini sinetron kan?'.
Hari pun makin larut. Aku lirik jam tangan yg menempel dtanganku. Jam 22.00.
'udah malem, tapi knapa gue gak pulang? Kenapa sama gue? Jangan bilang gue peduli ama nich anak? Jangan bilang gue,,,,?? Oh Tidak! Gue gak jatuh cinta men'.
Aku pun brdiri, ku lihat mereka antara RaRa dan Bunda nya sdng termenung.
"kamu pulang aja ra? Bdan kmu hangat kmu sakit?". Ku dengar Bunda nya brtanya pada rara. "gak bun, aku gak sakit. Lg pula aku mau dsni nunggu tata". Katanya lemas.
'nich bocah. Sakit juga sok2 an kuat segala'. Heran gue!!
"udah pulang aja, biar bunda dsni jagain tata. Bsok kmu sekolahkan?". Tanya nya lg. Kali ini aku liat rara menyerah dn mulai menurt apa yg dkatakan bunda nya.
"rangga, bsa anter rara pulangkan?". Tanya bunda. Aku mengernyit dn kmudian tersenyum. "bisa tante. Gampang itu mah."
"yaudah, titip rara ya. Dan makasih sebelum nya". Katanya lembut. Aku pun trsenyum kembali. "sama-sama tante".
Aku pun brjalan ke parkiran brsama rara. Dingin bhkan dia trlihat pucat. "cepet naik". Perintah ku stlah menaiki mtor ku. Dia pun menurt dn mulai duduk manis dblakangku. "loe kuatkan?". Tanyaku. Dia diam. Dn??? OMG!
Dengan cepat ku ambil ponsel ku yg ada dsaku celana dn mengangkatnya.
"hallo...".
"kenapa bun? Iya.. Aku drumah. Ada apa? APA!!".
'lebay amat gue!' haha...
Dia memeluk ku. Dan kalian tau. DEG-DEG an.
Aku pun mulai melajukan mtor ku ini perlahan. Dng sesekali aku menggenggam tangan nya.
'bukan apa! Gue takut dia jatuh'. Haha... MUNAFIK! OKE! gue akui. Gue jatuh cinta ama nich bocah. Tapi terlalu gengsi buat gue akui. Bru juga kenal kemaren?!'.
Aku pun sampai d dpan rumahnya. Aku pun menoleh mncoba menatapnya. "ra?!" panggil ku. Dia trbngun dr tdurnya.
'gak bener nich. Udah ileran aja d baju gue lagi'. Ckck...
"iya?". Jawbnya dng wajah yg pucat pasi.
"udah nyampe. Mau nyampe pagi apa loe tdur dpunggung gue". Kataku nyolot. Dia pun trun dr mtor dan menatap ku. "makasih yah kak". Katanya. Aku pun trsenyum. "udah msuk sana". Perintah ku. Dia pun mengangguk dn brjalan msuk kdalam halaman rumahnya.
'gue msh dsni melihatnya. Ngapain coba? Oh God! Gue udah jatuh cinta ama nich anak'.
***
aku pun brjalan dng gontai. Yg kupikirkan hanya.
'kapan gue nyampe dkasur? Kepala gue udah yg mau jetor aja'.
Sipp! Aku pun brhasil sampai dkamar ku. Tanpa basa-basi lg. Ku rebahkan tbuh ini dan mulai, berbaur dng dunia mimpiku.
***
Pukul 06.45. reza pun bersiap untk hari ini. Dia brjalan dng semangat karena hari ini dia akan bersekolah kembali. Entah mengapa, ada niat untk mengajak RaRa sahabt nya untk brangkat sekolah brsama.
"rara?!". Panggilnya dr luar. Namun tak ada suara. Hanya sunyi yg ada. Dng keberanian 45. Kini dia brjalan msuk kdalam. (CEKLEK)
dia pun trus brjalan masuk kdalam, sampai akhrnya dia menemukan
"RARA!!". Teriaknya dng brlari menghampiri rara yg sudah tergeletak d lantai dn tak sadarkan diri.
***
aku pun terbangun, entah dr mana kok aku bsa disini. Di sofa, padahal aku dtidur d kasur kamarkan??
Akupun mulai menatap sekeliling. Ku dapati reza ada dsampingku. Dia trsenyum. "loe gak papa ra?".
"gak papa. Yg loe liat juga bgni kan". Kata ku enteng.
'pdahal mah. Pusing GILA!'.
"gapapa gmana? Jelas2 loe pingsan". Katanya jengkel. Aku melotot. "apa?! Gue pingsan?". Kataku tak percya.
"loe sakit?". Tanya nya.
Aku pun hanya bisa diam.
"yaudah loe istirahat aja. Gue berangkat dlu bro". Katanya riang dng menepuk pundak ku.
***
Rani pun brjalan sndri. Dng keheningan dia mendengar seseorang yg brlari mendkat k arahnya. "reza!". Gumam nya. Kmudian trsenyum membayangkan 2 hari yg lalu. Dmana pujaan hatinya memperhatikan saat dia luka.
"rani,, izinin rara ya. Dia sakit. Gak bsa brangkat skarang". Ucapnya. Rani pun mengangguk tanda mengerti. "mang rara sakit apa?". Tanya nya. Reza pun menjawb dng brjalan mengimbangi rani yg ingin ke kantin.
***
aku pun berjalan dng gontai untk mencri sesuatu yg bsa dmakan. Entah kenapa aku sakit? Ini sbuah pertanyaan?
'gue ini kenapa? Apa gue kaya gni karena ada ikatan batin sama tata!'.
Tok,, Tok,, Tok,,
ku dapati ketukan pintu. Aku pun brjaln menghampiri guna membukakan pintu.
"morgan?". Kata ku tak percya. Dia trsenyum. "hai ta, kok loe gak berangkat? Kenapa?". Tanyanya yg buat ku bingung.
"hai?! Gue Rara bkan Tata. Tata lg gak ada dsni." jwbku ketus. Dia trsenyum malu.
"haha... Sorry. Gue salah. Mmm emang tata kemana?". Tanya nya. "dia lagi sakit dn harus drawat drumah sakit". Jawbku datar. Dia trlihat panik.
'apaan sich? Gue yg saudara kembarnya jg santei CUY! Loe yg bkan2 siapa2nya mpe sgtunya'. Ckckck...
"rumah sakit mana? Dan dia sakit apa?". Tanyanya kritis. Aku pun menghela nafas panjang. Oke!!
"amanda. Yg loe tau tata sakit apa,,". Jawbku dng mencoba brtanya blik kpdanya.
***
oke! Aku dr tadi kemaren blum makan.
'ya allah gue dr kamaren blum makan. Ckck... Laper!'.
"rara? Udah makan?". Tanya bunda dng duduk dsampingku.
Yah. Aku ada druangan bercat putih. Penuh dng bau obat. Aku yg mual malah tambh mual. Gmana mau makan coba? Rasanya Kenyang?!
"udah bun". Jawbku bohong. Ku lihat morgan sdang brbincang dng tata. Dn kuliat juga. Tata sbhagia itu.
Jam pun menunjukkan pukul 17.00. Aku pun brpamitan pada bunda dn tata. Aku pulang brsama morgan. Dia hrus tanggung jawb. Dia yg membwa ku ksni. Dia jg yg hrus mengambalikan ku ktmpt sblum nya.
***
"makasih yah gan?". Sahutku stelah trun dr mtornya. "harusnya gue yg blang makasih. Krna loe udah mau nemenin gue".
"lah iya, sama-sama makasih". Kataku santai.
Kemudian dia terdiam. Kuliat menarik nafas dalam.
"huuuft... Ra, gue mau tnya sma loe, blh?". Katanya dng hati2.
Aku menatapnya. Aneh. "blh lah, tanya aja? Mang mau tanya apa loe?". Dia tersenyum. "tata udah pnya pcar?". Tanyanya. Giliran aku yg trsenyum, malah ketawa. Haha...
"loe suka tata apa?". Tebakku dng trus menahan tawa. Dia menggaruk kepala belakangnya. Malu.
'haha... Tampangnxa lucu? Kenapa? Gatel? Makanya keramas?haha... Lucu bnget nich anak'.
"sante aja. Ama gue ini. Asal loe tau. Tata jg suka sama loe. Tapi di pikir, loe suka sama gue". Kataku jujur. Dia melotot. "tampang loe gan? Kenapa? Cntik apa gue nya". Kataku mengejek. Dia menoyor kepala ku.
'aduh! Ini jadi pusing lagi kan.'
"enak juga ngobrol ama loe". Katanya dng tersenyum. "udahlah, gue blik. Thanx yau". Lanjutnya dng mulai melajukan mtornya.
***
Bunda pun trduduk dsofa dekat ranjang tata trtidur. Dia menatap putri cantiknya.
"cepat sembuh sayang, bunda ada untukmu. Disini untukmu". Katanya lembut dng mencium kening putrinya.
Tok,,, Tok,,, Tok,,,
ketukan pun trdengar. Selang beberapa waktu pintu pun trbuka. (ceklek)
"sore bunda?". Sapa seseorang yg amat ia kenal. "reza?". Sahutnya dng tersenyum. Kemudian d susul dng gadis seumuran tata. Ia trsenyum ke arah bunda.
"ayo masuk". Ajak bunda. Mereka pun mengangguk.
"oh ya bun, ini rani temen reza." kata reza dng memperkenal kan rani. "temen apa pacar?". Goda bunda. Mereka hanya trsenyum malu. "temen tante, rani. Temen rara juga". Sahut rani.
Degg!! Tiba-tiba bunda terdiam. Rara?!
"oh ya bun, gmana keadaan tata?". Tanya reza.
"yang kamu liat sekarang za, dia semakin lemah". Jawb bunda sedih. Reza pun mengangguk dn mengunci mulutnya. Takut bunda akan lbh sedih.
"tante apakah rara dsni?". Tanya rani menebak-nebak.
'lau bunda dn saudara kembrnya dsni pasti rara akan dsni jugakan? Apa lg di sakit'. Pikirnya.
"rara drumah, tadi kesini. Breng morgan tp cuma sebentar". Jawb bunda.
"ra,,,".
"rani sama reza pulang dulu yah bun, dah sore". Potong reza. Dia tau akan apa yg dkatakan rani.
"kok pulang? Katanya mau jenguk rara?". Tanya rani cepat.
GUBRAK!! Lemes dah gue?! Batin reza.
"rara sakit?". Tanya bunda khawatir. Reza yg susah payah untk menjaga perkataan rani agar tidak keluar dr bibir mungilnya pun skarang lemas.
"rara .....
"APA!!".
***
aku pun menegak susu coklat hangat yg selama ini hanya itu yg mampu menjaga ku. Menjaga dn menunda laparku.
"lama2 mati juga gue makan minum bgnian". Kataku sendiri dng menimbang-nimbang gelas kosong bekas susu tdi.
Jam menunjukkan pukul 21.00. Aku pun brjalan menuju kamar. Rasanya dia ingin tidur sekarang, mencoba menghilangkan pusing yg ia rasakan dlam 2 hari ini.
BRUUGG...
Aku pun brhasil merebahkan badanku dkasur empuk ku ini. Sejenak ku tatap langit2, sebelum akhrnya aku trlelap membaur dng dunia yg kunanti. Mimpi.
***
Bunda pun brjalan menjauh dr ranjang putri cntiknya terlelap. Dia ingin segera pulang menemui putri kecilnya. Rara. Putri yang ia lupakan, bhkan terlupakan.
"rara,, sakit bun. Tdi pagi reza nemuin rara pingsan. Dia panas".
Kata-kata itu. Penjelasan reza, seperti menambah keselaham pada putri kecilnya itu. Bhkan dia bkn bunda yg baik, dsaat putrinya sakit. Apa dia tau? Tidak. Dia malah tak peduli.
(ceklek) pintupun terbuka.
Klik!! Bunda pun menyalakan lampu kamar yg brcat biru, dsana dia melihat putri kecilnya yg ia lupakan selama ini.
"Rara". Panggilnya parau, kmudia jemari tangannya pun d usapkan pada rambut putri kecilnya.
"maafin bunda sayang, bunda tak seharusnya seperti ini. Meninggal kan mu malah melupakan mu. Bunda sayang kamu ra?". Katanya lembut dng mengecup kening putrinya.
***
aku pun trbngun, sepertinya ini sudah pagi. Ku buka mataku perlahan-lahan. Aneh. Ada sesuatu d jidat ku. Aku pun meraba benda apa yg ada d atas jidat ku. "sapa yg mengompresku?". Kataku perlahan dn ku temukan bunda trtidur dsampingku. "bunda?". Panggil ku. Tp tak ada respon, mungkin bunda lelah. Aku pun brjalan menuju kamar mandi, untk mandi dn brsiap kmbli ke sekolah.
***
"bunda sudah bngun?". Tanyaku stlah ku dapati bunda trun dr anak tangga, menuju ruang makan. Dmana aku sdang meneguk susu coklat hangat ku. "sudah, kmu mau sekolah?". Tanya bunda. "iya bunda, aku mau sekolah. 2 hari aku tak masuk". Kataku datar. Bunda hanya tersenyum dn kmudian menghampiriku.
"maafkan bunda". Ucapnya dng nada sedih dn menunduk. "buat apa bunda minta maaf? Bunda tak pernah salah buatku".
"apa kamu benci bunda?"
"nggak bun, rara sayang bunda".
"hukum bunda, benci bunda. Tak seharusnya kamu sayangi bunda. Bunda tau kamu benci sama bunda, tapi bkan begni cranya. Bkan begini cranya ra". Katanya dng se enggukkan. Aku pun mulai memegang tangan bunda. Dia msh menunduk.
"bunda kenapa?". Tanyaku lemah.
"kamu blh dingin dn gak anggep bunda ra, tp bkan bgni cranya. Bunda semakin brsalah". Katanya dng mulai menatapku.
"bunda?". Panggil ku dng mncoba menyentuh pipinya. Menghpus air matanya.
"aku sayang bunda".Kataku dng memeluknya. "bunda juga sayang sama rara". Bisiknya dng membalas pelukanku.
"bunda aku berangkat dulu". Kataku seraya melepaskan nya.
"iyah, hati2 di jalan. Dan jangan lupa, lau trjadi apa2 hbungi bunda. Jangan diemin bunda". Katanya dng mencubit pipiku gemas.
"sipp bunda".
***
"gue suka sama loe". Kata nya pelan. Rani yg sedari tadi diam dtaman belakang sekolah pun, mulai menyunggingkan bibir. "loe??"
"gue suka sama loe ran, gue sayang sama loe ran". Ucapnya dng mengulang kata2 itu.
"kamu serius?". Tanya rani lagi.
"aku serius rani, aku sayang kamu".
"apa kamu jdi pcarku?". Lanjutnya lg.
Tak ada katalain selain mengatakan.
"iya, za. Aku juga sayang sama kamu". Jawbnya dng msih trsenyum menatap reza yg ada dhadapan nya.
"I LOVE U". Ucap reza seraya memeluk nya.
"I LOVE U TOO".
***
aku pun trduduk d lapangan basket. Entah mengapa rani menyuruhku untk ke sini. "RARA!". Panggil seseorang yg kemudian ku ketahui siapa dia.
"rani? Reza?".
"hai, lama loe nunggu nya?". Tanya nya dng riang.
"ada apaan nich? Girang amat?". Tanyaku dng menatap aneh. 2 sejoli ini.
"mmm,,, gu,,"
"gue udah jadian sama rani". Potong reza dng menunjukkan tangan rani yg ia genggam.
"hoaa!! Akhrnya jadian juga". Kataku seraya setengah brteriak.
TAKK!! TAKK!!
"wadow,, sakit bego!". Kataku kesal. Dngan mengusap kepala yg mereka jitak.
"haha,, makanya jangan asal koer2 aja. Loe kta ini hutan". Kata reza dng tertawa lepas. Sdngkan aku hanya manyun.
"au lah, gue pulang". Kata ku dng brlalu d hadapan nya. Tp reza cegat.
"napa?". Kataku ketus.
"ya elah, gtu aja ngambek loe ra?". Tanya rani.
"udah lah, langsung aja. Gue ksini mau ngapain?". Tanyaku ketus.
"loe gak kepilih ra?". Jawb rani cepat. Aku menatap bingung drinya.
"kepilih apa??".
"gak kepilih jd anggota cheers". Jawbnya dngn menunduk. Aku menatapnya dan?!
" hahaha, , , , ". Aku hanya trtawa.
" ra? Loe gak sedih? ". Tanya rani dng menatap ku.
" buat apa sedih, toh gue gak suka bgonoan. Lg pula itu kan ide konyol loe, untung jg gue gak malu2 in ". Terangku. Rani tersenyum.
" udah kan? Yukz pulang ". Ucap Reza,
" yaudah yukz ". Sahut rani dn menggenggam tangan reza.
" dah Rara ". Ucap rani genit, dn brlalu bgtu saja.
'apaan nich? Maen cabut aja! Loe kata gue apaan?'.
"WOY!! Gue NAPA DTINGGAL??". Teriak ku kepda mereka. Teman gila! Maen cabut aja.
****
aku pun brjalan lemah, entahlah. Aku merasa sehat untk hari ini tp aku merasa cape krna aktifitas ku ini.
" Heh!! ". Panggil seseorang. Aku pun menatap sekeliling. Tak ada orang??
" Budeg apa Tuli loe ". Katanya mengejutkan ku.
'nich orang apa setan? Udah nongol aja d depan gue!'.
" kak putri ". Kataku dng nada lirih menahan takut.
" ikut gue! ". Ucapnya murka dng menyeretku.
***
Bunda pun terduduk, entah mengapa dia terlihat bingung akan sebuah pertanyaan d pikiran nya.
" aku harus bagaimana? ". Katanya sendu. Seorang dokter pun datang menghampiri. " dok? Gmana keadaan putri saya? ". Tanya bunda.
" kita harus menjalankan operasi cangkok jantung ".
" apa?! ".
****
aku pun terhempas d suatu sudut ruangan yg kotor dn penuh debu.
" sakit ". Erangku seraya mencoba brdiri. Namun lagi2 aku terjatuh karena nya.
" gue udah bilang! Jangan pernah loe deketin RANGGA! ". katanya dng penuh amarah.
Aku hanya bisa menunduk. Takut.
" gue udah mringatin loe, lau loe deketin RANGGA! hidup loe bkal ancur. Ngerti gak! ". Katanya lagi dengan sesekali berteriak d hadapan ku.
" udah put, kasih aja ". Kata seseorang yang berdiri tepat d samping kak putri.
'sejak kapan nich anak orang datang?'. Ckck,, gila gue! Gue lagi d labrag masih aja keluar DoDol nya!
" ja,, jangan kak. "
kata ku tergagap. Entah karena apa? Yang jelas aku bukan anak nya azis gagap. :D
" bgusnya d apain nich anak? ". Tanya kak putri kepada teman nya.
" di apain yah?? ". Ucap teman kak putri, yang ku liat d name tag nya. JENNY AULIA.
nama yang jelek. Persis kaya orangnya. Karena dia JAHAT!!
" telanjangin aja put? Gmana? Biar dia kapok ". Lanjutnya dengan tertawa devil.
Aku pun hanya menunduk, aku yg menyadari akan hal itu pun menutup baju ku, dan melipat kan kaki ku untk perlindungan dr mereka.
*taukan maksudnya?
" yaudah yukz ". Ajak kak putri dengan berjalan k arah ku.
" JANGAN KAK!! ". Teriak ku.
***
Rangga yg berjalan menuju parkiran, dmana motor sportnya terparkir manis pun terhenti. Dia mendengar kegaduhan di sana! Di gudang!!
Tanpa pikir panjang rangga pun melangkah kan kaki untuk menuju ruangan itu.
" putri!! Jenny!! ". Ucapnya terkejut menatap 2 gadis yang amat ia kenal. Dan.
" rara?! ". Lanjutnya dng mata yg membola.
****
" rangga?! ". Ucap kak putri terkejut. Mata nya melotot.
" apa-apaan loe!! ". Tanya nya dengan brjalan menghampiri kak putri.
" aku,,, aku,? ". Jawbnya takut. Kemudian kak rangga menatapku dengan terkejut. " astaga!! ".
" itu, , ? Itu ulah putri, ngga. Aku,, aku,, cuma d ajak aja ". Bela jenny yg terdiam kini buka suara.
" Bajingan loe!! Loe kan yg punya ide ini ". Kata kak putri dengan brjalan dng mendorong tubuh jenny.
" stop!! Loe emang pada keterlaluan ". Lerai kak rangga dengan brjalan menghampiri ku, kemudian dia menggapai tubuhku dngan membalutkan jaket nya.
" mati juga loe put!! ". Ancam kak rangga d hadapan kak putri. Aku hanya menunduk dn terus menangis. Malu!!
***
Bunda brjalan dengan gontai kini dia memilih duduk d luar ruangan kamar putri kecilnya d rawat. Sesekali dia menatap ke dalam, di mana. Tata tersenyum bahagia dengan morgan.
" bunda, pengen liat kamu tersenyum seperti itu ". Gumamnya lirih, dngan sesekali menghapus air matanya.
***
aku berjalan dngan terus menunduk. Tangan kanan ku, ku jadikan kunci dimana jaket yg kupakai untk menutupi badanku, yg sudah tak layak pandang. Kemeja ku robek, kancing baju pun lepas semua.
Nasib!!
Sedangkan tangan kiriku, ku biarkan lemas yg tergenggam erat oleh kak rangga.
" ayo naik ". Ujarnya dngan lembut, ketika dia duduk di atas motor sportnya. Tanpa brpikir panjang aku pun segera naik, dan ku lingkarkan tanganku untuk berpegangan d pinggangnya.
***
" tata, , , ". Panggil morgan lembut. Tata pun menoleh. " aku sayang sama kamu ".
Lanjutnya. Tata pun menatap tak percaya. " apa?? ". Pekiknya terkejut. " aku sayang sama kamu ta?". Ucapnya lagi dengan serius. Tata pun menunduk, dia tak bisa menatap morgan, tanpa aba-aba air matanya pun menetes.
" ta, aku sayang sama kamu ". Ucap morgan lagi. Kali ini dia mengangkat wajah tata yang menunduk.
" kamu nangis? Kenapa? ". Tanya morgan khawatir. Tapi tata terus diam. Dia takut.
" kamu gak boleh sayang sama aku, gan". Katanya miris. Morgan pun trlihat kecewa. " kenapa. ?". Tata pun menggeleng, air matanya pun terus menetes.
" aku gak bakalan bisa buat kamu bahagia gan, yang ada kamu akan menderita ". Jawbnya parau.
" aku sakit, dan aku gak akan mati. Apa kamu akan tetap sayang sama aku? ". Lanjutnya lagi. Morgan pun menatap.
" aku akan sayang terus sama kamu ". Sergahnya. Morgan pun mengangkat dagu tata, hingga dia berada tepat dngan hadapan nya. Dan?
" cuuppp ". Bibir morgan telah mendarat dibibir tata yang hanya diam. Dia hanya terpejam menikmati nya.
***
BLITTZ...
ku tatap langit mendung, dan ku rasakan air hujan yang semakin membuatku basah. " hujan ra? Kita ke rumah ku dulu ya ". Ucap kak rangga, aku hanya mengangguk tak berdaya. Dan kemudian motor pun melesat cepat.
***
Aku pun sampai di rumah yang nampak besar. " ayo masuk ". Ajak kak rangga, dengan mempersilahkan ku masuk. " maaf berantakan ". Katanya dengan membereskan buku d atas meja belajarnya.
Yap! Aku ada d kamarnya, warna kamar yang sama dengan ku, biru. Aku pun terduduk d ranjangnya. Aku masih menunduk, kini aku menggigil karena aku basah kuyup.
(ceklek) ku dengar pintu kamar terbuka. Kak rangga datang dengan membawakan ku coklat hangat.
" ini, ". Katanya dengan menyodorkan gelas berisikan coklat hangat.
" ganti baju dulu yah ". Katanya dengan menghampiriku. Aku hanya diam. Tanganku sakit. Ini semua karena kak putri. Entahlah, apa yang terjadi. Tapi tangan ku serasa tak bisa bergerak.
" aku bisa sendiri kak ". Sergah ku. Aku pun mulai mengambil kemeja yg ada d tangan nya. Tapi?
" AUWW!! ".
" Kenapa? ". Tanya kak rangga.
" tangan ku sakit ". Jawabku.
" ya sudahlah, sini ". Katanya dengan mulai menghampiriku.
" aku tak akan melakukan nya ". Ucapnya seraya melepaskan jaket ku.
'oh god!! Betapa malu nya? Aku hanya memakai tanktop d hadapan kak rangga?'.
Kini dia sudah memakaikan kemaja yang layak ku pakai, dia sedang mengaitkan kancingnya, tubuhku menempel dengan tubuhnya. Aku tak tahu kenapa? Dia terus mendekat. Tatapan nya begitu teduh.
" cuuppp ". Ku rasakan lembut yang ada d bibirku.
Benar! Kak rangga melakukan nya. Entah mengapa aku hanya diam. Aku terhanyut. Dia terus mendekatkan badanya. Dia memelukku, memplump habis bibirku. Tapi kenapa? Kok aku diam? Apa aku menikmatinya? Kurasa ini cukup.
Ku dorong tubuhnya, entahlah. Tangan ku sakit!! Tapi aku harus.
" lepas kak ". Kataku lirih.
Aku melepaskan nya, ciumannya, dan pelukan nya.
" aku mau pulang ". Kata ku cepat dengan berjalan keluar kamar. Tak lupa, ku ambil dulu tas ku.
Entah apa yang terjadi? Air mataku pecah. Aku tak punya malu? Dan sesaat, mataku membola. Ku dapati seseorang yang sedang berbincang dengan mama kak rangga. Sejak kapan mereka ada di rumah ini?
" kak putri ". Pekik ku terkejut. Namun tak ku hiraukan mereka. Aku harus keluar dari sini.
" rara tunggu!! ". Panggil kak rangga, aku menoleh sebentar. Tapi aku malah terdiam. Karena mama kak rangga menatapku. Dan juga dengan kak putri + ayahnya.
" rangga? Ada apa? Siapa ini? Kok mama tak tau, kamu bawa teman ke rumah ". Tanya mama kak rangga bertubi-tubi. Aku mematung dan kak rangga menghampiriku. Di raihnya tanganku. Aku takut!!
" ngapain loe kesini? ". Ucap kak rangga ketus mengarah kak putri yang sedari tadi diam.
" rangga, kamu gak boleh begitu. Dia itu tunangan mu ". Ujar mama kak rangga.
" APA!! ". pekik ku bersamaan dengan kak rangga.
" dia siapa? ". Tanya ayah nya kak putri mengarah pada ku. Aku menunduk, entahlah aku malu. Apa yang ku kenakan sekarang? Bagaimana muka ku sekarang? Aku tak tahu.
" a,, a,, kku,, ". Kata ku gugup. Tangan kak rangga menggenggam erat tangan ku. " dia pacarku ". Ucapnya tegas. Aku menatap terkejut. Tak hanya aku, tapi semua yang ada di ruangan ini.
" apa?! Kamu!! ". Kata kak putri tak percaya.
" ini pacarku, namanya rara. Tepatnya Clara Wardani. ". Lanjut kak rangga. Aku tetap diam terpaku tak percaya.
" tap,, tapi, , ". Kata kak putri.
" kenapa loe? Gue juga gak sudi punya tunangan kriminal kaya loe ". Tunjuk kak rangga di depan kak putri. Sekarang giliran ayah kak putri dan mama kak rangga yang membola. Tak percaya. " APA! ".
" dia udah jahat mah, dia juga udah wat rara kaya gini ". Kata kak rangga dengan memperlihatkan tanganku yang lebam.
" gak! ". Kak putri." aku gak pernah lakuin itu ". Lanjutnya murka. Aku terdiam dan lebih baik menunduk. Aku pengen pergi dari sini!
" gak usah muna loe! Baru juga 2 jam yang lalu gue mergokin loe di gudang bareng jenny, wat nyelakain Rara kan? ". Kata kak rangga. Kini amarahnya memuncak. Aku takut.
" apa itu bener putri? ". Tanya ayahnya kak putri. Kak putri diam, dan menunduk. Kemudian dia mengangguk menandakan IYA.
" Ayo Pulang! ". Sahut ayahnya kak putri menahan malu, dan menarik tangan kak putri begitu saja tanpa berpamit terlebih dahulu.
10 menit hening,,,
ada mama kak rangga yang masih terduduk di kursi rodanya. Entahlah, aku hanya menebak. Mungkin dia sakit.
" aku mau pulang? ". Kata ku memecahkan keheningan. Dan ku lepaskan tangan kak rangga yang sedari tadi menggenggam tanganku.
" biar gue anter! ". Katanya cepat. Aku menggeleng. Mama kak rangga menatap ku. Aneh?
" gak usah aku bisa sendiri kak ". Kataku lagi. Kini ku langkahkan kaki ku. Namun ada yang membuatku tertahan.
" tunggu rara!! ". Ujar mama kak rangga lembut. Aku menoleh. Dia menatapku dengan memberi syarat agar aku duduk dahulu.
Aku pun berjalan menghampirinya, dengan disertai kak rangga yang duduk di sampingku.
" apa benar kamu pacar rangga? ". Tanya memastikan. Aku diam. Bingung.
" iya ". Bisik kak rangga di telingaku.
" please, gue mohon. Tolong loe jawab iya ". Lanjutnya lagi.
" i,, i,, iya tante ". Jawabku gugup, dengan menatap kak rangga yang tengah tersenyum.
" sudah berapa lama kamu berpacaran dengan rangga? ". Tanya nya lagi. Aku bingung jawab apa? Sekali lagi kak rangga membisikan ku.
" 1 tahun ".
" 1 tahun tante ". Kataku cepat.
" apa kamu mencintai rangga? ". Tanya nya lagi. Yang ini benar-benar membuat ku lemah. Tak ada bisikkan dari kak rangga. Dia malah menatapku dengan penuh harap. Aku menghela nafas. Apa yang bakal aku jawab?. Kurasa dengan ini cara ku menjawabnya. Aku hanya mengangguk.
" iya tante ". Jawabku pasrah.
Kudapati senyuman bahagia disana! Di wajah mama kak rangga.
" menikah lah dengan rangga! ". Ucapnya santai. Aku menganga. Mataku membola tak percaya.
" menikah? ". Kataku bersamaan dengan kak rangga.
" mama ngomong apa? Aku masih kecil mah ". Protes kak rangga.
" menikah lah rangga. Supaya kamu tak sendiri di sini. Kamu gak selalu kesepian ketika mama akan pergi selama-lamanya ". Jelasnya dengan raut muka yang sedih.
" tapi mah? ".
" sudah lah rangga. Mama pengen tidur di sana dengan tenang. Mama cape ". Katanya lesu.
" apa mama cape ngurusin aku? Berarti selama ini aku udah buat mama cape? ".
" bukan gitu sayang, mama tak pernah cape ketika mengurusmu. Tapi mama cape dengan penyakit ini ". Ucapnya dengan melajukan kursi rodanya.
Aku menatap tak percaya? Apa ini sebuah tayangan FTV yang selalu di tonton tata? Bukan kan? Ini nyata!
***
Aku berjalan lemah, ku rebahkan sejenak badan ku di sofa ruangtamu. Badan ku sakit semua!!
BRAKK...
"siapa?". Kataku refleks yang mendengar kegaduhan di sana. Aku pun berjalan menghampiri sumber suara itu.
" Bunda!! ". Kata ku terkejut ketika ku lihat bunda sedang mencari sesuatu di lemarinya.
" bunda lagi ngapain? ". Tanyaku mau tau.
Ku tatapi apa yang bunda cari dan aku tahu sekarang.
" bunda gak akan jual cafe cintakan? ". Pertanyaanku terlontar begitu saja dari bibir mungil ku.
" bunda gak tau ra? Tapi bunda harus jual cafe itu buat biaya tata. Bunda harus bawa dia ke ausie ". Jelasnya lemah. Aku terkejut. Gimana bisa??
" tapi?? ".
" ini cara yang terbaik. Bunda gak mau kehilangan tata ". Ucapnya sedih. Aku pun menunduk dan menghampirinya. Aku pun memeluknya. Terasa hangat. Apa aku yang basah karena kehujanan??
" kamu kok basah kuyup? ". Tanya bunda dengan melepaskan pelukan ku.
" Rangga ". Ucapnya dengan membaca name tag di kemeja yang ku pakai sekarang.
" ehmm,, ini,, ini,, ".
Kataku gugup.
" sudah ganti baju mu. Kamu basah kuyup. Entar malah sakit ". Sergahnya cepat. Aku menghela nafas. Lega!
" baik bunda! ". Kataku lemah. Tapi tangan ku tertahan.
" kamu kenapa? Kenapa tangan mu lebam begini? ". Tanyanya khawatir. Aku menggeleng dan tersenyum. " aku gak papa bunda ".
" gak papa gimana? Kamu ini. Ayo ikut bunda. " katanya jengkel. Aku cekikikan. Ternyata bunda khawati juga?!
***
aku terbangun dari tidur ku. Ku tatap jam yang menempel di dinding kamarku.
" jam 7 ". Gumam ku. Ku rentangan tangan ku. Tapi tak sakit. Karena bunda telah mengobatinya. Haha.. Nyengir!
Aku pun berjalan menatap jendela luar. Dengan gontai aku melangkah ke balkon kamarku. Tapi??
Ada sesuatu disana!!
Di balkon kamar Reza. Memang redup di sana. Tapi aku masih jelas apa yang mereka lakukan.
" iiuukhh!! Apa itu yangku lakukan tadi bersama kak rangga? ". Gumamku pelan.
Mereka sedang. KISS.
Ups sorry!!
PLETAKK!!
Ide devil ku datang. Aku ganggu mereka dengan kerikil yang ku pegang sekarang. Tapi tak kena.
PLETAKK...
Ku melemparnya lagi. Dan kini tepat mengenai punggung reza. Tapi tak ada kegaduhan disana. Yang kulihat reza cuma menjingkut terkejut. Ah gagal!!
PLETAKK,,
kali ini ku melempar kerikil yang lebih besar. Dan berhasil mengenai kepalanya.
" auww!! ". Erang reza kesakitan.
Oke mereka menghentikan KISS nya. Tapi??
" lagi ran ". Ucapnya dengan mendekatkan wajahnya pada rani. Mereka melanjutkan nya. Tapi kini mereka berubah tempat. Tempat reza di gantikan oleh rani. Ck' sialan!!
Aku pun mulai mengambil ancang-ancang untuk melemparnya lagi, tapi?!
" auww!! Reza sakit ". Rintihnya. Yang buat ku terkejut.
'padahal gue belum nglempar nich krikil? Tp kok udah yang sakit aja??'. Ckck,,
sarap!!
" ikh, sakit tau. Jangan di gigit ". Keluhnya lagi. Sekarang aku tertawa tak tertahan. Ternyata??
" hahaha. . . . ". Tawaku meledak. Mereka menatap terkejut. " Rara? ". Ujarnya bersamaan.
" jangan napsu dong za, loe kata ini tempat mesum apa? Pake acara gituan lagi ". Ucapku dengan menahan tawa. Mereka melotot.
'gue tau apa yang mereka pikirkan? Mendingan gue kabur!'. Haha..
" Rara!! ". Teriak mereka besamaan.
Aku hanya bisa berlari masuk ke dalam.
Aku pun keluar kamar, dan sepertinya aku masih mendengar teriakan mereka.
Dengan langkah sempoyongan karena menahan tawa, kini aku seperti terkulai lemas. Ku tatap bunda menangis di sana??
"bunda?". Kataku lirih dengan berjalan menghampirinya.
"bunda kenapa?". Tanyaku.
"tata, ra? Tata?". Jawabnya histeris.
"kenapa sama tata bunda?".
***
Aku berjalan cepat di iringi langkah bunda yang tak kalah cepatnya dengan langkahku. Dia mulai berlari kecil menghampiri dokter dan morgan yang tengah berbicara.
"tata? Mana? Tata kenapa?". Tanya bunda panik, kepada morgan dan dokter.
"bunda, tata,,?". Jawab morgan menggantung. Aku lihat jelas raut wajahnya yang sedih.
"kenapa sma tata gan?". Tanya ku cepat. Morgan menunduk.
"dia kembali koma, daya tahan nya melemah". Jawab dokter cepat. Aku tercengang. Bunda mulai menangis histeris.
"saya sudah bilang bu, cepat atau lambat keadaan putri ibu akan melemah. Kalau tidak cepat anda mengoperasinya". Jelas si dokter. Air mataku mulai mengalir. Hebat! Aku menangis.
"saya permisi dulu bu". Pamit sang dokter dengan berlalu di hadapan ku.
***
Aku terbangun, ku tatap jam tangan yang melingkar di tanganku. 05.30.
"masih pagi". Gumamku pelan. Ku tatap sekelilingku. Aku tertidur di koridor rumah sakit. Mana bunda?? Aku cepat terbangun. Aku berdiri mencoba meregangkan tubuhku. Ternyata sakit semua badanku.
"rara?!". Panggil bunda pelan.
"bunda? Dari mana?". Tanyaku.
"dari toilet, kamu sekolahkan? Cepat lah pulang. Dan berangkat sekolah". Sarannya lembut. Aku hanya tersenyum dan mengangguk.
"baik bunda".
***
"RARA!!". teriak seseorang. Aku menoleh. Rangga. Dia berlari menghampiriku. Tapi aku malah ngacir, berjalan cepat. Karena aku tak mau bertemu dengannya lagi.
"RARA! TUNGGU". teriaknya lagi. Aku mempercepat langkahku. Ku takut dia akan menggapaiku. Tapi ternyata itu benar. Dia telah menggenggam tanganku erat. Sakit!!
" auww ". Rintihku. Dia melepaskan genggaman nya.
" maaf ".
" gue mau ngomong sama loe ". Lanjutnya. Aku menatap heran.
" mau ngomong? Aku gak ada waktu kak ". Jawabku kesal. Aku mulai melangkah menjauhinya. Tapi lagi-lagi dia menggenggam tanganku erat. Sakit!!
" sakit kak ".
" makanya turutin kemauan gue. Gue cuma mau bicara sama loe aja. Gak butuh waktu yang lama ". Katanya jengkel. Aku menepis genggaman nya.
" lepas, aku mau pulang. Gak ada waktu untuk bicara sama kakak ". Kataku songong. Aku mulai berjalan lagi. Tapi kali ini dia tak menggenggam tanganku. Dia menarik tanganku, hingga aku berhasil masuk dalam dekapan nya.
" gue bilang turutin kemauan gue, atau?? ". Katanya mengancam. Aku melotot. Tak bisa apa-apa, aku di dekap erat olehnya.
Dia mendekat, , ,
nafas kami saling beradu, , ,
hembusan nafas yang hangat.
Hidung kami bertemu,,,
dan??
" oke!! Aku mau ". Kataku cepat. Dan mendorong tubuhnya. Lega!
" dari tadi kek, yukz. Mama nungguin kita ". Katanya dengan segera menarik ku dan melangkah bersamaan dengan nya.
" mama?? ".
***
Aku dudu manis di hadapan mama kak rangga. Dia masih menatapku. Aneh? Aku mencoba untuk tenang, sesekali aku menatap kak rangga yang duduk di sampingku.
" Rara ". Panggilnya lemah. Aku menyambutnya dengan senyum.
" iya tante ".
" menikah lah dengan rangga ". Ucapnya santai.
Mataku membola, mulutku menganga. Aku tak percaya.
" Menikah?? ". Ucapku bersamaan dengan kak rangga.
Kenapa harus kata-kata itu yang terlontar dari wajah cantik paruh baya itu?
" tapi, tante' kita masih muda ". Elak ku. Kak rangga menatapku.
" tante mohon, kamu orang yang tepat untuk menjaga rangga ".
" APA!! " Pekik ku tak percaya.
" mama mau, kamu lulus sekolah. Menikah lah dengan rangga ". Ucapnya lembut. Lagi-lagi aku menganga. Apa-apa an nich??
" mama!! ". Panggil kak rangga kesal.
Aku menatap mama kak rangga, dia terlihat sedih. Kemudian dia pergi begitu saja.
10 menit hening,.
Aku dan kak rangga masih diam. Bingung?!
Kemudian kak rangga bangkit dari duduknya dan pergi meninggal kan ku sendiri.
***
Aku berjalan menuju ruangan tata. Aku terhenti ketika ku tatap bunda duduk termangung.
" bunda ". Panggil ku dengan duduk di samping bunda.
" sayang, kamu sudah pulang ". Katanya lembut dan menatapku.
" itu apa bun? ". Tanyaku setelah ku dapati sebuah map kuning yang ada di pangkuan bunda.
" sertifikat rumah? Bunda mau jual rumah kita? ". Tanyaku khawatir. Bunda mengangguk, dan ku dapati muka keruh dan frustasi dari wajah bunda.
" kita gak ada pilihan lain ra ". Katanya dengan se enggukan.
***
Malam begitu gelap. Segelap hati dan pikiranku tentang keadaan bunda dan tata. Kacau yang kurasa. Aku butuh ketenangan.
Aku pun berjalan lemas menuju taman rumah sakit. Malam ini begitu cerah, tapi tak ada bintang yang menyinari? Cerah dari mana? Bodo lah.
Aku mulai bergeming, dengan sesekali menatap tanah yang ku pijak sekarang. Ku putuskan untuk duduk di bangku taman yang kulihat sekarang.
" ayah? Apa kamu tau? Di sini kita menderita? ". Gumamku pelan. Berharap ayah datang dan memeluk ku. Tapi itu MIMPI!!
KRETEK...
ku dengar suara bangku ku yang berbunyi. Seperti ada benda yang menindihnya. Aku pun memalingkan wajah ku. Ku dapati seseorang duduk di sampingku.
" KAKAK?? ". Kejutku ketika orang yang di sampingku kak rangga.
" kakak ngapain di sini? ". Tanyaku kritis, dia menatapku dan tersenyum sinis. Tapi kok sedih??
" kakak sakit? ". Tanyaku lagi. Dia malah tertawa? Aneh!
" kakak kenapa, gila! ". Kataku asal. Dia mendekatkan duduknya hingga tepat dan malah menempel. Dia mulai menyandarkan kepalanya di bahuku.
" eh,, kak ". Kataku kaku.
" gue pinjem bahu loe bentar ". Katanya cepat. Aku mengangguk ragu.
" kakak kenapa? ". Tanyaku lembut. Dia mendongak menatapku.
" apa yang harus loe lakuin ketika loe tau nyokap loe mau mati? ". Tanyanya kritis.
" HAH? ".
" Tolong gue ra? Tolong kabulin permintaan mama ". Katanya dengan menatap mataku lekat. Aku harus bagaimana??
15 menit aku terdiam.
Aku menarik nafas panjang.
" huft, , , aku mau ". Kataku pelan.
" hah? Serius loe? ". Tanyanya memastikan.
" aku serius, tapi?? ".
" tapi apa?? ".
" bawa tata ke ausie, buatlah dia sembuh kak. Aku mohon ". Kataku sedih. Aku mulai menangis. Dan dia mulai meraih kepalaku. Dan membenamkan kepalaku di pelukan nya.
" aku turuti semua syarat mu itu ".
***
Hari ini, siang ini. Aku mengantarkan tata dan bunda. Ke bandara. Ku dapati wajah sedih dari bunda.
" kamu benar tidak mau ikut? ". Tanya bunda. Aku hanya mengangguk.
' benar bunda, biarkan aku disini menunggu bunda dan tata. Bunda janji akan kembalikan? ".
" bunda janji sayang, bunda akan kembali dengan tata ". Katanya semangat. Bunda memeluk ku tanda perpisahan.
Aku tersenyum dan melepaskan nya.
" hati-hati bunda ". Kataku pasrah. Dia tersenyum.
" bunda minta tolong, jagalah rara, sayangi rara ya ngga ". Pesan nya ke kak rangga yang ada di sampingku.
" aku akan selalu jaga dan sayangi rara ". Jawab kak rangga mantap. Bunda tersenyum dan berlalu berjalan lurus.
Dan akhirnya bunda tak terlihat.
RANGGA POV
2 TAHUN KEMUDIAN!!
" kakak?? ".
" berisik amat sich loe!! "
" ayo anter aku, aku ada kelas pagi ini.
Cepet bangun dong kak ".
" aish,,, kau ini. Sudah tunggu sebentar ".
Huh!! Masih kah kalian mengenal ku? Yap! Aku Rangga Dewamoela Sukarta. Kakak dari Clara Wardani. Tapi itu menurut oranglain. Menurut ku dan keluargaku. Dia itu adalah istriku. :D
" muaach ". Aku mendapatkan ciuman darinya. Oke! Meskipun di pipi. Ini adalah S.E.S.U.A.T.U banget. Kalian tahu kenapa? Huh! Kita belum pernah "melakukan" nya! Bukan nya MUPENG. Tapi suami boleh lah berharap? Iya kan.
Rara itu Gadis yang telah beruntung mendapatkan ku? You know what? Akh! Kayaknya salah. :D bukan dia yang beruntung. Tapi aku yang beruntung. Karena apa? Dia cantik, baik dan yang terlebih penting. Dia orang yang ku sayang. Meskipun aku tak tahu dia menyayangiku atau tidak. Tapi aku sangat mencintainxa. Meskipun tak terucap. Ku rasa cukup untuk hanya aku yang tahu.
Dia selalu menurutiku. Meskipun rada nyebelin, manja, kadang pengen aku sikap tuch badan mungilnya. Dan ku sembunyikan di ketek Gue! :D
ilham! Cowok sok dan belagu! Meskipun yunior. Tapi dia berani menentangku. Okelah! Mungkin aku ngerasa aku senior. Tapi dia telah membuat RARA ter-PESONA. Entah dari mananya. Tapi aku tak menyukainya. Memang aku cemburu. Tapi aku tak pernah menunjukkan nya di hadapan Rara.
" Mungkin ini cuma sementara. Tapi aku ingin selamanya. I Love you Ra! ". Gumamku dengan menatap foto ku dan Rara. Saat rara terlihat cantik mengenakan Gaun Putih dan di sampingnya ada aku. Memakai kemeja putih, senada dengan nya. Sungguh indah.
Jam menunjukkan pukul 14.00. Aku sudah menunggu Rara 30 menit di dalam mobil. Tak tahukah aku bosan menunggu mu ra? Batin ku mengeluh.
" kakak ". Panggilnya riang. Dan mulai masuk di dalam mobil.
" dari mana aja sich? Lama amat? Panas tau gak! ". Kataku kesal. Dia tersenyum. " maaf yah kakak ku sayang ". Ucapnya manja. Aku terdiam. Tapi dalam hati aku BAHAGIA. :D
'gimana bisa Tuhan menciptakan makhluk se Ceria dia'. Beruntungnya saya!
" huh!! " dengus ku kesal. Dan aku pun mulai melajukan mobil ku.
@APARTEMENT
" kakak mau makan gak? ". Tanya nya dengan berjalan ke dapur. Aku hanya membututi nya. " ya mau lah. Di kira aku gak laper apa ". Kataku ketus. Dia tertawa. " kirain gak ngerasa laper ".
PLETAKK
" AUWW ". rintihnya, ketika kepalanya ku jitak.
" maka nya, lau ngmng itu dicerna dulu ". Kataku sekenanya. Dan mulai memotong sayuran. Karena aku yang masak, sedankan Rara? Dia bisa apa coba?
" yaudah lah. Aku ganti baju dulu ". Ucapnya seraya masuk ke dalam kamar.
45 menit berlalu.
Tak perlu banyak waktu. Makanan sudah siap dia atas meja makan. Aku pun menghampiri Rara yang sedang di kamar.
" Rara?! Makan dulu ". Kataku dengan menerobos masuk kamar tanpa mengetuknya dulu. Alhasil??
"KAKAK!!". Teriaknya histeris. Aku melotot! Mulutku menganga. Kurasa muka ku MUPENG?. Aku pun segera menunduk. " lama amat ganti bajunya?! ". Kataku dengan melengos keluar kamar. Tapi sebelum nya. " lain kali pakai tanktop yah ". Kataku nahan geli.
" KAKAK !! ". Teriaknya jengkel.
Aku pun duduk menanti nya. Dengan sesekali mengingat, WAOW! sebegitu indahnya Rara tanpa tanktop! Waduh gila lama-lama inget itu.
10 menit aku masih menunggu. Tapi tak ada Rara yang kunjung keluar. Akhirnya aku pun lebih baik menyusulnya.
" Ra? ". Panggil ku. Dia udah make baju. Gak kaya tadi. Hihihi...
" ngapain sich? Di tunggu juga. Lama amat ". Kataku.
" aku dapet kak ". Katanya menunduk.
" dapet apa? ". Kataku bloon.
" ikh,, dapet bulanan ". Ucapnya imut. Aku melotot.
" dapet lagi? Bukan nya kemaren juga kamu bilang kamu dapet? ". Tanyaku. Dia mengangguk.
" lah terus? ".
" rotinya abis *pembalut. ". Jawabnya. Yang kaya gini ini, aku lemes.
" beliin yah? ". Perintahnya manja.
" akh. Beli aja ndiri. Mau makan juga ".
" kok gitu sich, ntar aku ngacir di jalan gimana coba? ".
" yaudah ntar kakak yang beli ".
" sekarang yah ".
" ya entar. Aku makan dulu ". Kataku cepat. Dia masang muka melas. Haduh! Gak tega.
" ntar lau luber gimana? ".
" udah lah. Tnggu bentar. Kakak beliin. ". Kataku dengan berjalan keluar apartement.
Gagal makan! Malah dapet Roti yang gak bisa dimakan. Gerutuku tiap jalan.
***
Aku pun terbangun. Ku tatapi setiap ruangan. Kurasa ini sudah pagi. Ku lirik sebentar yang ada di sebelahku. Yap! Rara! Nona kecil ku. Hihi... Sungguh cantik bila dia tidur. Aku pun kembali melirik jam yang ada di meja tempat tidurku.
" JAM 8 ". Ucapku terkejut. Tanpa basa basi aku mulai berlari ke kamar mandi. Pagi ini aku ada kelas! Dan dosen nya itu. Killer abis. Padahal mah cantik, body yahud, tapi ?? Galaknya itu gak nahan!!
Tapi bentar balik lagi ke Rara.
PLAKK..
Tanpa ba bi bu, aku nepuk ekhem.. Pantatnya agar bangun.
" ishh,, sakit atuh ". Ucapnya dengan menggeliat. Waduh! Lucunya nona kecil ku ini.
" bangun, cepet buatin sarapan. Aku ada kelas. Aku mau mandi dulu, awas lau aku udah mand.... Mmmm". Kataku terpotong dia segera bangun dan mulai menutup mulutku dengan tangan nya. " brisik amat sich? Dah kaya emak-emak tau gak ". Katanya dengan berjalan keluar kamar.
***
Akhirnya siap juga, tinggal sarapan dan berangkat. Mana Rara?? " ra? ". Panggil ku. Ku dapati dia sedang mengoles roti untuk ku sarapan.
HAPP!!
aku memeluknya dari belakang. Dan mulai mencium pundaknya. Hemm,,, wangi.
" bau ". Kataku dengan melepaskan pelukan ku. Dia berkacak pinggang. " ikh.. Sapa suruh meluk-meluk ". Katanya jengkel dan berjalan menuju kamar.
" sarapan ku mana? ". Tanya ku.
" apa gak liat? Itu roti segede muka kakak di atas meja ". Jawabnya setengah teriak. Karena dia telah berhasil masuk ke kamar.
" susu? ".
" noh di kandang! Ya ampun ya di meja lah. Ngantuk nich kak. Udah makan aja terus berangkat ". Teriaknya jengkel.
Hihi. . . Yang bloon gue apa Istri gue sich?? Ckck...
***
Jam 12. Waktunya untuk caw. Karena tak ada kegiatan kecuali kelas ini. Tapi? Sebentar. Ada ilham disana? Tapi sama siapa?. Tanpa pemikiran jernih dulu. Aku segera menghampirinya. Menghampiri Ilham yang duduk berdua dengan Wanita! Entahlah siapa? Yang jelas itu bukan Rara.
" ilham ". Panggil ku. Dia menoleh.
" kenapa? ".
" Rara mana? ".
" ye mana gue tahu. Loe kata gue emaknya apa ". Jawabnya songong.
" biasa aja. Gue tanya baik-baik ama loe ya! ". Kataku dengan nada tinggi. Emosi cuy!
" siapa sich yang? ". Tanya wanita itu.
" orang gila. Udah yukz kita pergi. Orang gila kaya dia jangan di ladenin ". Katanya dengan berjalan meninggal kan ku bersama 'wanita' nya.
What the Hell?? Yang? Apa dia pacar Ilham? Lah terus Rara? Akh!! Cowok berengsek.
Aku berjalan menuju parkiran tapi langkah ku terhenti. Ketika ada " WOY BISMA!! ". teriak ku. Dia menoleh dan berlari menghampiriku.
" kemana aja loe? Kok gak pernah nongol? Denger-denger loe married? ". Tanyaku langsung. Dia ketawa.
" haha.. :D YOI BRO! kangen apa ma gue? Nckck,, sayang gue udah gak perjaka! ". Jawabnya. Aku mengernyit tanda 'bloon'. " perjaka? ".
" yoi perjaka. Udah MP gue kemaren. Haha... Asyek! ".
" ukh! Gebleg! ". Kataku menoyor kepalanya. " dikira apaan? Sama anak siapa loe nikah? ". Lanjutku. Dia tersenyum dan menunjuk seseorang yang mulai berjalan menghampiri kami. Aku rasa, aku kenal dia. " Anggy? ". Ucapku. " hai ". Sapa anggy. Aku melirik bisma yang sedang tersenyum manis.
" Istri loe anggy? Eh buuengg... ". Kata ku lebay. Mereka ketawa.
" barusan kita dapat tugas kelompok. Dan kelompok aku, anggotanya kamu kan? ". Tanya ku. Dia mengangguk.
" sekelas? ". Tanya bisma. Kami mengangguk.
" ukh! Awas aja lau loe godain istri gue. Gue bunuh juga loe ". Ancam bisma. Aku terkekeh. " gak akan, gue juga .... ". Kata-kata ku terpotong. Aku teringat Rara? Akh! Pake acara lupa lagi. " eh, gue balik ". Pamitku cepat dan berlari menjauh bisma dan anggy yang menatap bingung.
***
@APARTEMENT
aku segera lari menuju ruang 086. Apartement ku. (ceklek) aku membuka pintu. Tak terkunci, berarti Rara udah pulang? Tapi kok sepi?
" ra? ". Panggil ku. Dan?? Astaga! Kenapa dia??
Aku melangkah kan kaki ku. Dia sedang menyantap makanan nya. Aneh? Dia laper apa doyan? Makanan apaan coba? Semua sayur + bahan masakan lain di jadiin satu. Mana mangkoknya gede bener? Tapi bukan itu yang buat ku terkejut. Tapi? Rambutnya. Kenapa di potong nona kecil ku?.
" Laper? ". Tanyaku setelah duduk di hadapan nya. Dia masih tetap melahap makanan nya.
" emmm ". Jawabnya singkat. Dan tetap fokus dengan aktivitasnya.
Aku tau dia? Aku tau dia terluka? Karena aku? BUKAN AKU. Tapi ILHAM.
" kenapa? ". Tanyaku. Dia tak menggubris.
" ilham? ". Sahutku. Dia tersedak.
" uhuk uhuk uhuk ". Aku segera bangkit menuju dapur. Untuk mengambil air minum. Apa sebegitu pentingnya? Sampe aku ucapkan namanya dia tersedak?!.
Aku kembali menghampirinya dan mengasihkan segelas air putih buatnya. Dengan cepat dia segera meminum nya. Aku tersenyum dan menatap makanan nya. Aku juga laper? Tapi? Udah abis aja? Akh! Dasar nona kecil ku.
" makasih ". Ucapnya dan berlalu menuju ruang tengah. Untk menonton Tv. Aku menghampirinya. Dan duduk di sampingnya.
" kenapa? ". Tanyaku.
" gak papa ". Jawabnya dengan menatap Tv.
" gak papa gimana? Kamu kelaperan apa gmana sich? Jahat banget. Aku makan apaan ". Jelasku. Dia terdiam.
" maaf, aku laper ".
" emang tadi gak ke kantin? ". Tanyaku kritis. Nahan emosi.
" gak. Gak da duit ".
" bukan nya bunda bru ngasih kemaren? ". Tanyaku sinis.
" males ".
Ya elah! Gue ngmng ama sapa sich? Ngehe bngt!
" trus kenapa tuch rambut kamu potong? ". Tanyaku. Dia menatapku.
" buang sial ".
" sial? ". Ulangku.
" iya sial, abis di pitak ama kakaknya kemaren ". Ucapnya dengan tersenyum. Kemudian dia tertidur di pangkuanku.
Indah gak sich lau yang kaya gini?
Aku pun membelai rambutnya. Meskipun sebahu. Tapi tak apalah. Masih cantik, malah terlihat imut.
" keluar yukz? ". Ajak ku. Dia menutupkan matanya " ngapain? ".
" cari sial? Ya beli bahan makanan dn keperluan lain ". Kataku jengkel. Dia membuka matanya dan terbangun.
" yukz ". Ajaknya riang.
Ini yang ku suka dari Rara. Dia selalu ceria. Dan anehnya. Dia gak MELLOW kaya cewek lain. Yang selalu mendramatisir sebuah keadaan. :D
" mau pergi pake baju gitu? ". Ujarku. Dia menatap baju yang di kenakan. Sebenarnya tak apa? Tapi aku tak mau, dia terlihat imut ketika dia pakai hotpent nya & baju tanpa lengan berwarna biru. Akh? Imut bukan. Haha
dan ke imutan Rara hanya untuk ku. Bukan orang lain.
" emang kenapa? ". Tanya nya.
" aku ngajakin anak kuliahan. Bukan anak SMP ". Jawabku. Dia pun menghela nafas, dan mulai berjalan menuju kamar. Mungkin ganti baju.
***
@MALL
Cape!! Itu keluhan ku. Akh! Gimana tidak? Nona kecil ku mengajak ku untuk berjalan mengelilingi setiap toko yang memamerkan HOTPENT kesukaan nya.
" sudah selesai? ". Tanyaku. Dia mengangguk dan menggandengku ke tempat pembayaran KASIR.
" Kakak yang bayar yah ". Bisiknya di telingaku. Aku menatapnya.
' gak! Gak akan. Dari tadi, tiap belanjaan mu kakak yang bayar terus ". Kataku. Dia merengek.
" yah kakak, ini aja yang terakhir. Yah ".
" akh. Gak mau! ".
" yaudah ntar aku ganti dah ". Katanya dengan mencolek dagu ku. Aku tersenyum devil.
" oke! Kakak pegang janji mu ".
***
Aku pun berjalan keluar Gedung pusat pembelanjaan. Mall. Bukan hanya aku, tapi ada nona kecil ku, yang terus memeluk lenganku layaknya anak kecil. Akh! Imut nya?
" kok berhenti? ". Tanya rara, karena aku menghentikan langkahku di depan kios es krim.
" beliin es krim sana ra? ". Suruhku. Dia melepaskan pelukan nya.
" kakak mau es krim? ". Tanyanya. Aku mengangguk dan menggandeng tangan nya berjalan dan memasuki. Kios Es krim tersebut. Dengan cepat.
" Magnum nya 2 mba ".
***
@APARTEMENT
Ukh segarnya! Setelah mandi. Haha.. Aku berjalan menuju kamar. Karena aku mandinya di kamar mandi luar. Kamar mandi di kamar itu punya Rara.
" kakak bagus gak? ".
Tanya rara menunjukkan tubuhnya. Eh. Salah? Maksudnya baju yang iya kenakan. Sangat mempertunjukkan lekuk tubuhnya. Gimana tidak? Dia memakai kemeja kebesaran yang selalu ia kenakan saat tidur. Dan memakai Celana super pendek. Dengan memperlihatkan paha putihnya yang mulus. Akh seksi!!
Aku hanya CENGO. Dan mulai jalan menghampirinya, yang asyik dengan cermin menatap dirinya sendiri. Aku pun memeluknya dari belakang.
" semuanya harus di ganti ". Bisik ku tepat di telinganya. Dia membalik kan badan nya & menatap ku.
" iya,, iya,, dasar pelit ". Katanya jengkel. Dia melepaskan peluk kan ku. Tapi aku menahan nya.
" gak pake duit. Tapi temani kakak makan es krim ".
***
" cuma satu? ". Tanya nya heran. Aku mengangguk. Dan kami pun mulai memakan magnum yang ku beli tadi.
Gigitan terakhir.
" udah buat kakak aja ". Suruhnya aku menggeleng.
" gak. Cepet makan ". Kataku. Dia pun menurutinya. Dia mulai melumat es krim nya dengan cepat ku dekatkan bibirku ke arahnya. Jadi kita sama-sama melumat eskrim. Bibir kami pun bersentuhan. Dia membola. Dengan cepat aku menarik stick es krim, karena menghalang.
Dan
CUPPP...
Kurasa tak ada halangan di bibir kami. Aku mulai melumat semua bibir mungilnya. Dia tetap diam. Sampai akhirnya, tangan rara mulai melingkar di leherku. Aku tahu dia merespon nya. Akupun berjalan maju, masih dalam keadaan sama. Aku mencium nya sampai di sudut kamar.
Cukup lama kami berciuman, dan akhirnya.
" lepas kak ". Katanya dengan mendorong tubuhku menjauh. Aku terkejut? Apa yang telah kulakukan? Kenapa kemeja rara terbuka? Akh! SHITT!! aku yakin, aku belum menyentuhnya.
Dia berjalan menuju tempat tidur dan mulai menghempaskan tubuhnya. Aku tahu dia kecewa. Bahkan dia marah.
Akh! SETAN! Kenapa aku lakukan itu!
Aku berjalan menghampirinya, dan mulai tertidur di sampingnya. Kaku! Akh. Sangat Kaku!
Aku menatap punggung rara, yang tertidur membelakangiku. Aku tahu dia belum tertidur.
" ra? ".
Aku mendekat, dan sekarang aku tepat di belakangnya. Aroma wangi tubuhnya pun jelas tercium.
" kakak boleh peluk? ". Tanyaku khawatir.
Dia tak menjawab. Dia cuma merubah posisi tidurnya, untuk memudahkan aku memeluknya.
Aku pun melingkarkan tanganku di atas perutnya.
" cuma dia atas perut. Gak usah kebawah, dan gak usah keatas ". Katanya. Yang berhasil membuatku menahan tawa.
Rara itu wanita super baik. Dia tak pernah marah. Kata maaf selalu ia umbar. Dan memaafkan selalu ia terapkan. Huaa!! Tambah C.I.N.T.A ama nona kecil ku ini.
" maaf ". Kataku hati-hati.
" besok aku mau ketempat bunda ". Ucapnya tanpa menghiraukan kata-kata ku.
" yaudah, besok kita kesana ". Kataku dengan mempererat pelukan ku dan kami pun tertidur
***
Pagi? Itu yang ada di benakku. Aku pun mulai membuka mataku perlahan. Ada bulan? Haha.. Bukan? Ini wajah nona kecil ku. Sangat cantik. Dan dia tertidur malah menambah cantiknya.
Akupun menatap dan mulai mengalihkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya. Aku mendekat dan ku kecup keningnya. Ups! Dia menggeliat. Akh. Lucunya.
Aku mulai menempel kan hidungku ke hidungnya. Dia mendorong wajahku.
Aku mulai menyentuh pipi lembutnya, dan. .
CUPP
aku mencium bibir mungilnya. Meskipun sekilas.
Dia menggeliat.
" ikh... ". Ucapnya. Aku tertawa. Betapa bahagia nya aku memilikinya. Haha..
" hai,, katanya ketempat bunda ". Kataku lembut dengan membelai rambutnya.
" emmm... Emang jam berapa sekarang? ". Tanyanya dengan memeluk ku.
" jam... ". Aku menghentikan kata-kata ku. Dan mulai melirik jam di meja samping tempat tidur.
" jam 10 ". Kataku.
Dan...
" APA!! ". Ucap kami bersamaan.
***
5 Jam perjalanan dari Jakarta-Bandung. Padahal deket, napa lama amat? Biasa? Nona kecil ku selalu ribet kalau berpergian.
Tok.. Tok.. Tok..
Rara pun mengetuk pintu. Tak lama pintu pun terbuka. (ceklek)
" Rara? ". Kata bunda terkejut. Tapi kami tak kalah terkejutnya.
" Bunda mau kemana? ". Tanya rara.
" Bunda mau pergi, ada urusan di jakarta ". Jawab bunda. Rara terkejut.
" jakarta? ". Ulangku.
" iya, kalian ngapain kesini? ". Tanya bunda heran.
" niatnya mau nginep kesini. Tapi bunda malah mau pergi ". Ujar rara kecewa.
" yaudah tidur di sini aja. Lagi pula kamu bru sampe. Maaf bunda malah pergi ". Ktanya sedih.
" yaudahlah gak papa. Aku nginep disini. Bunda mau berangkat? ". Akhirnya rara mengikhlaskan.
" iya, yaudah bunda berangkat dulu yah. Hati-hati di rumah ". Pamitnya dengan mengecup kening rara.
" ditinggal ya ngga, jagain rara ". Lanjut bunda berpesan padaku. Aku hanya tersenyum dan mengangguk " siap bunda".
***
Aku pun tertidur di kamar tamu. Ukh! Begini nich. Kalau sudah di rumah bunda, pasti rara menyuruhku untuk tidak tidur seranjang dengan nya.
Jam menunjukkan pukul 19.00 wib.
Aku masih bermalasan di atas tempat tidur. Dan sampai akhirnya aku terbangun ketika.
" kok mati? Mati lampu apa? ". Ucapku seraya duduk dan menatap sekeliling. Tapi tetap gak bisa liat. Akh! Gelap bnget.
" KAKAK !! ". Teriak rara, yang berhasil membuatku khawatir. Tanpa mengiraukan ini gelap atau tidak. Aku berjalan keluar kamar.
Dan aku berhasil.
Akupun mulai berjalan dengan meraba tembok. Takut nyasar! Akh gelap bener. Emang bunda belum bayar listrik apa? Ckck.. Mana rumahnya gede bener. Gak tau aku!
" KAKAK! ". Teriaknya dengan nada anak kecil yang ketakutan di tinggal emaknya. Ish anak ini!
" kamu dimana ra? ". Tanyaku setengah berteriak. Dan tetap berjalan. Meskipun gelap! Gak takut gue.
" aku di belakang, deket meja makan ". Teriaknya lagi.
Ini dirumahkan? Bukan di hutan? Ngapa jadi koer2 an gini sich? Ckck...
Aku pun tetap berjalan. Sekarang hening. Tak ada lagi rengekan rara. Aku pun mulai berjalan dengan meraba tembok. Dan...
" apaan nich? "
" AAAA!! ". Teriak Rara yang ternyata sudah ada di depanku.
Berarti??
" sorry,, sorry,, gak liat ". Kataku.
" iyalah gak liat orang gelap gni juga ". Katanya jengkel.
" salah siapa nempel tembok. Udah tau aku jalan nya dah kaya cicak. Ya bkan salah kakak, lau itu tembok benjol ".
" ikh, dikata aku tembok apa? ".
Sumpah! Nahan tawa gue! Emang rejeki kagak kemane. Tapi bukan mau MESUM. tapi bener gak sengaja.
BRAK!!
" AAAA ". Teriak rara ketakutan dan segera memelukku.
" suara apa tuch kak? ". Katanya dengan nada takut. Aku balas pelukan nya. Dan?
" kok basah? ". Tanyaku setelah menyentuh rambut rara.
" ikh, aku habis mandi. Ini juga masih pake handuk ". Jawabnya dengan melepaskan pelukanku.
" jauh amat? Kenapa gak di kamar aja ". Kataku.
BRAK!!
" AAAAA ". Teriaknya lagi dengan memelukku. Haha..
Entah bunyi apa itu. Yang terpenting gue makasih ama tuch bunyi. Haha.. Bisa peluk-pelukkan gini ama rara waktu gelap pula, so sweet gak sich?
" ish!! Malah nikmatin lagi ". Ujarnya kesel dan melepaskan pelukan nya. Aku cekikikan.
" siapa suruh meluk-meluk ".
" udah akh, yuk ke kamar dingin nich ". Katanya dengan menarik tanganku.
Baru 1 langkah dia berhenti.
" kenapa? ". Tanyaku.
" kok aku yang di depan. Takut akh, kakak aja yang di depan ". Katanya dengan menarik ku agar lebih depan dr nya.
BRAK..
" AAAA ". Teriaknya lagi dengan memelukku dr belakang.
" itu suara apa? ". Lanjutnya dengan suara manjanya.
Akh! Sayang aku tak bisa liat muka imutnya.
" udah tenang aja. Ada aku ". Kataku sok cool. Padahal mah ati juga marathon nan kejer takut juga kali.
Kami pun berjalan menuju kamar Rara. Entah dimana, yang penting jalan lah. Dan anehnya. Aku berjalan dengan rara yang memelukku dari belakang. Ribet?!
" depan aja deh ra, susah tau ". Protesku.
" ikh, ntar malah kesempatan lagi ".
" huh! ". Aku hanya mendengus kesal.
10 menit.
Kami pun sampai di kamar, meskipun salah.
" kok ke sini? ". Ucapnya kecewa.
" diem akh. Mau ambil Hp. Buat jd penerang ". Kataku tak kalah kesal dan mengambil Hp yang menurutku, aku taruh di atas meja.
" udah yukz ". Ajak ku dengan berjalan beriringan dengan nya.
***
@KAMAR_RARA
Aku pun sampai di kamar rara, dengan sigap dia merebut Hp yg kupegang.
Tapi, tiba-tiba..
" kok mati? ". Ujarnya kecewa. Aku ketawa.
" hp lowbatt ".
" ukh!! Tutup mata ". Katanya yang berhasil mengangetkanku.
" tutup mata? Ngapain? ".
" aku mau pake baju ".
" ya allah ra, gelap juga? Gak keliatan. Orang aku liat kamu juga ke liat ".
" ya tapikan tetep harus tutup mata ".
" udah sana di kamar mandi aja ". Kataku kesal dan berjalan menghampiri tempat tidur.
" ikh.. Takut ". Katanya manja.
" iya udah. Aku tutup mata. Cepet pake baju. Keburu sakit kamu ".
" tapi tutup mata kakaknya ".
" iya,, iya,, bawel ". Kataku kesal. Tapi apa di kata. Nyata ini. Gue kagak tutup mata. Orang gelap juga. Mataku masih membola dan??
TARA...
Alhamdulilah yah, lampunya nyala. Haha..
" Kakak!! ". Teriaknya memakan telingaku. Dengan segera aku menutup mataku. Masya allah. Gue liat apaan?? Ckck..
" Gue gak liat, serius. Bener gak liat ". Kataku dengan berjalan keluar kamar. Dia masih berdiri dengan menutupi sebagian tubuhnya dengan handuk.
***
Hujan pun turun dengan deras. Dingin berhasil buat ku beku. Akh! Gak bisa tidur.
" jam 11, udah malem tapi ngapa gue blum tidur? ". Gumamku sendiri dengan terbaring malas di tempat tidur.
(ceklek)
" kakak ?". Panggil rara dengan membuka pintu kamarku. Aku menatapnya dn terduduk di atas tempat tidurku.
" belum tidur? ". Tanyaku. Dia menggeleng dan menghampiriku.
" aku tidur sini ya kak, takut. Di luar ujan deres ". Katanya melas. Gak tahan gue? Akh. Muna. Padahal mah ini yang di tunggu-tunggu. Haha..
" yaudah tidur aja. ". Suruhku. Dia pun menurut.
" kakak gak tidur? ". Tanyanya menatap ku yang terduduk disampingnya.
" ini juga mau tidur ". Kataku datar dan mulai merebahkan badanku disampingnya.
" makasih ya kak ". Katanya dengan memelukku.
" buat apa? ". Tanyaku heran. Grogi juga. Biasa gue yang meluk. Lah ini giliran di peluk malah Grogi. Ckck..
" buat semuanya ". Jawabnya dengan mempererat pelukan nya. Hangat!!
" kakak udah jagain aku, udah nyayangin aku, dan yang terpenting kakak baik sama aku ". Lanjutnya.
" PeDe amat ". Kataku. Dia mencubit lenganku.
" duh,, duh,, sakit ra ".
" habisnya kakak gitu ". Ujarnya ngambek dan melepaskan pelukan nya.
" yah, gitu aja ngambek ". Kataku dengan menarik hidungnya. Dia cuma meringis dan kembali memelukku.
" besok kita pulang yah kak ".
" cepet amat? ".
" gak ada bunda gak asyik ".
" yaudahlah, sekarang tidur gich udah malem ". Suruhku. Dia memperat kembali pelukan nya dan tertidur di atas dadaku. Aku mencium kepalanya.
" bahkan gue. RANGGA! janji. Untk terus menjaga dan menyayangi mu ra ". Gumamku, dengan membelai rambutnya.
Indahnya malam ini.
***
@APARTEMENT
Siang ini begitu panas. Di tambah rengekkan nya rara. Tambah Panas!!
" diem lah ra? Gak cape apa ngoceh mulu ". Kataku kesel.
" abisnya panas bener. Padahal ada AC. Kok gak berasa ". Ujarnya manyun. Aku ketawa.
TAKK!!
Satu jitakkan untuk nona kecil ku.
" aduh. Sakit tau ". Keluhnya.
" gimana mau berasa. AC juga di matiin rara ". Kataku lembut. Dia cengengesan. Akh! Anak ini.
' kuhamil duluan sudah 3 bulan, gara-gara main nya berduan'.
Dangdut coy! Nada panggilan dr Hp rara.
" angkat ra? ". Kataku.
Dia masih duduk dan bersandar di dadaku.
" males akh ". Ucapnya manja.
" itu berisik tau. Mana dangdutan lagi. Gaya mah nak korea. Lagu tetep. Dangdut ". Kataku menghina.Dia manyum dan segera bangkit menghampiri Hp nya.
Terlihat dari raut wajahnya. Seneng. Emang siapa yang nelpon?
" siapa ra? ". Tanyaku setelah dia mematikan telpon nya.
" bu.. Bukan siapa-siapa kok ". Jawabnya gugup. Aku heran.
" kak, aku keluar ya. Bareng temen kok ". Lanjutnya. Aku tambah bingung. Aneh?
" yaudah hati-hati. Dan jangan lama-lama juga ". Pesan ku. Dia mengangguk dan tersenyum
***
Pagi pun membangunkan ku. 2 hari setelah dari rumah Bunda. Aku tak pernah masuk kelas. Bolos gak papalah. Rara juga? Haha..
" lah rara mana? ". Tanyaku sendiri setelah tak ku dapati rara di sampingku. Aku pun mulai menyapu pandanganku sekeliling kamar. Dan? Cantiknya.
" ra, loe mau kemana? ". Tanyaku heran ketika ku dapati rara sudah terlihat rapi dengan celana jeans dan balutan Kemeja biru serta rambut yang tergerai. Cantik euy!
" mau berangkat lah? Emang kakak gak ada kelas? ". Jawabnya. Aku mengangguk.
" ada, tapi entar siang. Mau berangkat sekarang? ".
" iya ". Jawabnya singkat. Aku pun segera ke kamar mandi, buat mandi atau cuci mukalah. Mau nganter nona kecil ku.
" kakak mau mandi? ". Tanyanya.
" gak. Mau makan! Ya mandilah ". Jawabku jengkel. Dia tersenyum. Cantiknya?
" yaudah sana mandi. Aku berangkat dulu ya ". Ucapnya seraya berjalan keluar kamar.
" sendiri? ".
" gak. Aku udah di jemput temen ". Jawabnya cepat dan berjalan keluar.
" bye kak ". Lanjutnya riang.
Emang sapa sich temen nya?? Penasaran!
***
Siang! Panas! Enaknya minum yang dingin-dingin. Dan ini aktifitasku dengan bisma dan anggy yang asyik bercanda di kantin. Haha..
" kak bisma ". Panggil seseorang. Kami pun menatap siapa yang memanggil bisma. Ilham?
" hay, ilham. Kenapa? ". Tanya bisma. Dia tersenyum.
" cuma mau ngasih undangan aja. Entar malem gue mau ngadain Party. Datang yah. Jangan lupa bawa kak anggy juga ". Ujarnya riang. Gue? Enek! Sebel.
Sejenak aku hanya terdiam, melihatnya. Aneh! Dia pun berjalan di sampingku, dan membisikkan sesuatu.
" Jadikan aku adik iparmu? ". Maksudnya apa?
" ngga, bengong aja loe! ". Ucap bisma. Aku tersenyum.
" istri loe cantik juga ".
" bangke loe! Maksud loe apa hah? ". Ujarnya murka. Aku terkekeh.
" sante bro! Gue cuma mau pinjem istri loe mau ngerjain tugas ". Dia menatap heran dan mulai menggaruk-garukan kepalanya. Haha.. Cinta amat nich anak?
***
@APARTEMENT.
" mau kemana? ". Tanyaku bodoh! Jelas dia mau ke party nya ilham. Dasar!
" mau ke party nya ilham. Dia ulang tahun kak ". Ucapnya riang. Aku buang muka. Sebel! Masih ngarepin juga apa?
Tapi bentar. Tadi siang ilham mbisikin gue? Apa maksudnya coba?
" gak boleh! ". Ujarku cepat. Dia tercengang dengan muka ingin tahunya.
" gak boleh kenapa? ".
" kakak bilang gak boleh ya gak boleh ". Bentak ku. Dia menunduk.
" kenapa? ". Tanyanya lemah. Gak tahan gue! Kasiant nona kecil ku.
" kakak gak mau kamu pergi sendiri! ". Jelasku.
" aku gak sendiri. Banyak juga temen yang lain ". Bela nya. Aku menghela nafas.
" kalau gitu kakak ikut? ". Ucapku datar.
" apa? ".
" yaudah kamu gak usah datang ".
" oke-oke, kakak boleh ikut ".
***
@PARTY
Sesak! Bising! Dan apalah. Jelas terlihat. Ini party Gila! Tempat Dugem! Akh aku benci itu. Aku melirik Rara yang ada di sampingku. Dia terlihat cantik dengan dress mini berwarna pink semu dan scraf berbentuk pita di rambutnya. Kenapa harus buat ilham dia secantik ini? Akh! Gue gak suka.
" Rara! ". Panggil seseorang yang tak lain adalah Ilham.
" hai,, ". Jawab rara dengan melambaikan tangan nya. Sepertinya ia ingin berlari. Tapi tak bisa tangan nya masih ku genggam.
" udah lama? ". Tanya ilham yang menghampiri kami.
" gak baru aja dateng. Oh ya, ini kado nya ". Ucap rara sembari memberikan bingkisan yang ia bawa. Ilham menatapku sinis dan tersenyum. Apa maksudnya coba?
***
Aku pun terduduk di samping Rara dan juga sepasang suami-istri yang selalu unjuk kemesraan di hadapanku. Heran?
" bis, gue ke toilet dulu ya. Nitip rara ". Kataku dengan berjalan menuju kamar mandi. Bukan mau beser! Tapi ngantuk dan risih juga kali. Party gelap-gelapan emang gak bisa bayar listrik apa? Katro!!
10 menit. Aku di kamar mandi. Lama amat? Tapi emang kenyataan.
Aku pun menghampiri bisma dan anggy yang sedari tadi bermesraan di sana. Tapi kok gak ada rara?
" bis, rara mana? ". Tanyaku dengan duduk disamping nya. Ada yang mengganjal. Aku pun berdiri dan kuliat apa itu.
" tas rara? ". Kataku heran.
" bisma. Rara mana? ". Tanyaku khawatir.
" pergi ama ilham ". Ujarnya santai. Gue puyeng! Ilham?.
Tanpa berpikir panjang, aku telusuri setiap ruang nyampe ke kamar mandi pun aku telusuri. Sumpah! Perasaan gue gak enak. Tak ku temukan rara. Aku pun kembali ke tempat bisma.
" bis, rara udah balik? ". Tanyaku terengah-engah.
Aku pun melirik jam yang melingkar di tanganku. Jam 23.00.
" loe kenapa sich? Khawatir banget? ". Tanyanya heran. Gue tambah puyeng! Perasaan ku gak enak.
" tenang aja, biarin adek loe ngrasain yang namanya berduaan ". Lanjutnya santai. Yang tambah membuatku murka.
" adek? Gue nitip rara. Bis sama loe! Dan loe asyik-asyikan pacaran disini ". Kataku kritis. Emosi tak terkontrol. Aku pun mulai mengacak-acak rambutku. Pusing! Dimana loe ra.
" dia udah gede kali. Bukan anak kecil lagi ". Ucap bisma dengan menatap ku. Aku emosi. Ku cekam kerah bajunya.
" GUE TAU DIA GEDE! TAPI LOE GAK TAU, DIA ISTRI GUE!! ". Bentak ku di hadapan nya.
" Apa!! ".
***
Aku pun berjalan gontai. Perasaanku masih tak enak. Entah apa yang terjadi sama rara! Tapi sekarang aku tau Rara yang terjadi.
" WOY!! ".
Teriak ku. Dengan berjalan menghampiri ilham yang tengah memaksa Rara untuk 'bercumbu'. SHITT!! Gue emosi. Dan ....
BUGGH
Bogem mentah ku kasihkan di muka oriental nya. Amarah sudah ngumpul.
" Bangsat loe! ". Kataku dengan memberikan hadiah untuknya.
BUGGH
Aku menonjoknya, hingga ia jatuh tersungkur. Aku belum puas. Sampai akhirnya ku langkahkan kaki, dan ku duduki badan besarnya.
BUGGH..
" kampret loe ham ". Selaku dengan terus memukuli wajahnya.
Aku pun menyudahi pukulanku. Setelah ku dapati dia tak sadarkan diri.
***
@APARTEMENT
Aku terduduk lemas di lantai menyandarkan tubuhku ke tembok. Sedangkan rara? Dia hanya menunduk, apa dia merasa bersalah.
" AKH !! ". Erangku. Dengan mengacak-acak rambutku. Aku tak terima dengan perlakuan ilham. Dan di tambah buatku tak terima Dia! Rara?.
" maaf ". Ucapnya pelan. Aku masih diam, berusaha mengontrol emosiku. Pikiranku hanya. Apa yang sudah di perbuat ilham? Cuma itu yang gue pikirin.
" kamu senang? Ilham lakuin itu? Kamu puas ilham lakuin itu? ". Kataku sinis. Dia menunduk.
" maaf ". Lagi-lagi dia cuma berkata itu.
" Jawab Gue ra! Loe seneng Ilham lakuin ke LOE, HAH?! ". Bentak ku dengan berjalan menghampirinya.
Aku pun memilih jongkok di hadapan nya. Aku mengangkat dagunya yang sedari tadi menunduk.
" kamu senang ilham la... ".
Kataku terpotong. Kudapati wajah Rara lebam di sudut bibirnya. Apa yang sudah ilham lakukan?
Badan ku lemas. Suami bodoh! Yang tak bisa menjaga istrinya. Persetan dengan yang bernama Ilham!
***
" Sakit ". Ucapnya pelan. Gue perih liatnya. Aku hanya diam & terus mengobati lukanya.
" selesai. Cepet tidur ". Ucapku dengan melenggang menuju dapur. Dan setelah itu ke kamar mandi.
BRAK
Aku pun menutup pintu kamar mandi dengan keras. Sekeras amarah ku ke ilham. Aku mulai menghidupkan sower.
Dan kubiarkan tubuh ini basah karenanya.
30 menit usai.
Lama? Iya lah lama. Nyari wangsit buat ngurangin emosi.
***
Pagi ini aku terbangun lebih awal, karena aku tidur di sofa ruang tengah. Bukan bermaksud marah tentang kejadian tadi malam. Tapi Gue sadar! Gue bukan yang terbaik buat Rara. Gue gak bisa jaga dia.
Aku pun melangkah memasuki kamar. Ku lihat rara sedang tertidur. Wajah nya terliat kusam. Mungkin gara-gara kemaren.
***
@KAMPUS
Aku menunggu Anggy, kita mau keperpustakaan, cari buku buat mengerjakan tugas.
" Rangga, maaf lama ". Ucapnya menyesal. Aku tersenyum.
" gak papa santai aja. Oh ya, bisma mana? ". Tanyaku.
" bisma? Dia cuti. Dia lagi ada urusan sama perusahaan ayah. Tapi gak tau lah. Gak ngerti ". Jelasnya. Aku hanya ber-OHH ria.
@PERPUSTAKAAN
2 jam kita disini. Lelah yang kurasa. Tiba-tiba anggy datang dengan membawa minuman buatku.
" ini minum ".
" thanks ".
Suasana pun hening. 5 detik kemudian.
" kamu? Bener suaminya rara? ". Tanyanya ragu. Aku lemes. Emang gak ada pembahasan lain apa?
" kalau iya kenapa? ". Ucapku ketus. Dia diam kurasa dia mengerti.
" udahlah. Gak usah bahas itu ". Lanjutku jutek. Dia menunduk. Aku pun tersenyum dan ku angkat dagunya.
" loe cantik nggy? ". Ucapku. Dia tercengang. " hah? ".
***
@APARTEMENT
Ku lihat rara sedang sibuk di dapur. Entah apa yang ia buat. Aku pun menutup mataku dan bersandar dengan santainya di sofa. Suasana berubah. Gue Juga tak tau kenapa? Ada yang sakit di sini. *nunjuk dada.
" kakak ". Panggil seseorang yang amat ku kenal. Dia?
" kenapa? ". Ujarku jutek dengan posisi yang sama.
" makan dulu kak? ". Ajaknya. Aku membuka mata. Ku lihat dia sudah ada di sampingku dan tersenyum. Manis.
" yuk makan malem ". Ulangnya lagi dengan lembut.
" malez! ". Ujarku jutek dan melengos masuk ke dalam kamar. Ngantuk!
***
Aku membuka mata. Bukan karena sudah pagi, tapi...
aku terbangun karena aku lapar, akupun bergegas keluar kamar.
***
mata ku membola, aku terkejut. apa aku telah berdosa? lebay!!
" apa ini masakan rara? ". tanyaku dengan menatap makanan yang di hidangkan di meja makan.
aku tersenyum, dan ku dekati makanan itu. gak mungkin kan kalau cuma di liat aja??
aku mulai mencicipi nasi goreng masakan nya " BAH ", kataku dengan memuntahkan makanan yang ku makan.
" asin banget? emang berapa kilo yang rar masukin sich? ". kataku dengan menjulurkan lidah. asin GILA!!!
tiba-tiba aku tersenyum, entah karena apa. yang jelas ini membuatku tertawa. ku temukan pesan disana.
Dear Kakak
maaf, cuma itu yang aku katakan karena mungkin masakan ku tak se enak yang kakak buat. tapi bukan itu intinya, aku minta maaf karena aku uadh buat kakak marah. cuma itu yang ingin aku ucapin, di makan ya kakak ;)
Dari aku, Rara
***
pagi pun membangunkan ku, perut ku sakit. karena mungkin aku makan terlalu banyak. yap makanan yang rara buat aku habiskan semua. haha...
" kakak,,, " panggilnya dengan membangunkan ku. aku membuka pelan-pelan mataku.aku dapati wajah nya yang tersenyum manis. indah nya pagi ini.
" makasih ". lanjutnya lagi dengan duduk di sampingku, aku pun terbangun dan terduduk di hadapannya.
CUUPP
dia mencium pipi chubby ku. oh GOD!! mimpi apa aku semalam??
***
@KAMPUS
aku melangkah beriringan dengan nya ku rasa dia senang karena dia terlihat ceria pagi ini. tapi ti-tiba seseorang memanggilnya.
" Rara ". panggilnya, aku menoleh bersamaan dengan rara, ilham?? ngapain?
" ilham ". ucap rara pelan kemudian dia menatapku.
" ra, boleh gue ngomong sama loe? ". ucapnya langsung. aku menghela nafas. mau ngapain??
rara menatapku penuh harap. aku tahu maksudnya, akupaun mengangguk.
" bentar kak ". ucapnya dengan berjalan meraih tangan rara, tapi dengan segera aku menepisnya.
" gak usah pegang, loe ngomong aja di sini. gue yang pergi ". kataku dengan berjalan menjauhi mereka.
Aku berdiri di bawah pohon dengan sesekali menatap Rara dan Ilham ngomong. Terlihat serius. Tapi gue gak denger mereka ngomong apaan.
***
@KELAS
" nggy.. Loe kenapa? ". Tanyaku dengn menatap anggy yang duduk di sampingku. Kami cuma berdua di kelas ini. Karena kelas sudah bubar.
" gak tau kenapa ini. Mataku. ". Jawabnya dengan sesekali mengucek matanya. Kenapa?
" kelilipen kali ". Kataku dengan meraih wajahnya. Dengan sekejap wajah kita berdekatan. Bukan mau apa. Aku cuma niupin matanya aja kok.
" masih? ". Tanyaku dengan duduk kembli.
" masih, masih ada ngga ". Rengeknya. Aku pun meniupnya kembali. Tapi di saat aku ingin melepaskan wajahnya. Dia berbicara.
" ada rara, ngga ". Ucapnya pelan dengan menghadap ke arah pintu. Aku pun menoleh. Tampak ada rara di sana. Aduh!
" maaf ". Katanya dengan berjalan pergi begitu saja. Shitt! Salah paham gak nich?
Aku pun berjalan ingin mengejarnya. Tapi?!
" tas gue ". Pekik ku dengan kembali berjalan mendekati anggy.
" udah nggak papakan ". Tanyaku panik. Khawatir euy. Rara cemburu. GAWAT ini.
" iya, gak papa ".
" yaudah gue balik ya ". Kataku cepat dengan berlari meninggal kan nya.
Tinggal nyari Rara. Dimana rara?
***
@perpustakaan
Aku tahu dia. Dia kalau sedih atau apa pasti kesini. Selain menyiksa diri dengan makan banyak. Trus dimana? Gak ada orang juga.
3 jam aku mencarinya. Tapi tak ku temukan. Sampai akhirnya. Aku menemukan gadis yang tertidur di sudut ruangan. Aku tersenyum. Haha.. Dia memegang buku tapi tidak di baca. Melainkan buat menutupi wajahnya. Ish anak ini.
" ra? ". Bisikku lirih tepat di telinganya. Dia terbangun, menoleh ke arahku.
" kok disini ". Tanyaku lembut.
" lagi cari buku kak, buat ngerjain tugas ". Jawabnya.
" mana kak anggy? Kakak sendiri disini? Trus udah berapa lama? ". Lanjutnya kritis. Gue rasa dia salting.
Aku tersenyum.
" sepanjang loe tidur ". Kataku sinis. Dia menatapku.
" maaf ". Ucapnya kecewa.
Nich anak polos amat!!
" buat? ". Tanyaku. bego?.
" tadi ". Ucapnya lirih dan menunduk. Aku nahan tawa. Salah paham kan? Ckck..
" aku udah buat kakak marah lagi apa? ". Tanyanya hati-hati. Gue masih masang tampang Stay Cool. Tapi mah ati udah ketawa kali.
" marah? Mang kenapa? ".
" udah ngrusak kesibukan kakak ". Jawabnya. Aku melotot. Kesibukan?
" tadi aku cuma ngajakin kakak pulang. Eh, malah kakaknya lagi... Yaudah aku pergi kesini ".
" lah trus ngapain kamu pergi? Cemburu? ". Kataku PeDe. Dia menampar pelan pipiku.
" PeDe amat ". Ucapnya dengan berdiri. " yuk pulang ". Ajaknya dengan menggandeng tanganku.
Apa? Dia gak cemburu? Apes!
***
@esoknya
Hari ini aku duduk kembali. Di kelas sendiri. Gak ada anggy, gak ada Bisma, tapi ada??
" apa-apaan nich. ". Kataku geram dengan meremas tasku. Gimana enggak? Aku liat Rara dan Ilham berpelukan disana. Di taman itu, dan di hadapan gue! Meskipun jauh.
" udah jadian? ". Kataku sinis. Pantes gak ada rasa buat ku! Kampret. Cerai aja udah. Itu yang baik kan.
Aku pun keluar kelas, berjalan di hadapan mereka. Sengaja! Gimana reaksi mereka.
" kakak ". Kata rara terkejut dengan melepaskan pelukan ilham. Aku tersenyum sinis. Ama yang beginian juga udah biasa. Sakit bego!
" rangga ". Panggil seseorang. Aku tau dia. Anggy.
" dari mana aja, aku... ". Kata-katanya terpotong dengan kehadiran rara dan ilham. Aku masih menatap rara dan tersenyum sinis. Gue di GOBLOGIN ama anak kecil. Sayang gue gak berasa.
Jangan salahin gue. Kalau gue lakuin ini.
CUPP
Aku mencium kening anggy. Hanya sekilas dan beranjak pergi meninggalkan rara yang terlihat shock dengan aksiku
***
@TAMAN
Anggy masih terdiam. Kenapa? Aneh.
" gak usah di pikirin ". Kataku memecahkan keheningan. Dia menatapku.
" loe cemburu sama rara? ".
" iya ".
" loe sayang sama dia? ".
Pertanyaanya membuat ku terdiam. Apa aku masih punya rasa sama dia? Pertanyaan bodoh!
" loe mencintainya? ". Tanyanya lagi. Aku tersenyum jail untuknya.
" iya. Gue mencintainya. Tapi sayang gue buat loe ".
" apa? ".
" kenapa ada yang salah? ". Tanyaku enteng.
" Gila pa loe? ". Ujarnya dengan nada tinggi. Aku tertawa.
" loe yang gila. Kita temenan berapa lama nggy? ".
" udah lama. Trus apa hubungan nya? ". Katanya dengan tatapan tak percaya. Aku tambah geli dengan tampangnya.
TAKK...
" gue cuma bercanda dodol ". Kataku dengan menjitak kepalanya. Dia hanya mendengus kesal. Gue suka istri loe bis?.
Gila!!
***
@APARTEMENT.
Berat rasanya aku untuk memulai pembicaraan. Semua diam. Termasuk Televisi yang aku tatapi juga diam. Yaiyalah orang mati >.<
" kak.. ". Panggil rara ragu. Aku menoleh. Enek rasanya gue liat tampang anak kecil ini. Pengen rasanya gue ambil tuch hati nya. Dan gue liat. Sapa yang ada di hatinya?!
" mmm ".
" kakak kenapa? ". What? Kenapa? Nich anak lama-lama gue lelepin juga.
" kakak sayang sama kak anggy? ". Lanjutnya. Aku menatap lekat kedua matanya.
" kenapa? ". Tanyaku sinis.
" loe mau minta cerai? ". Lanjutku dengan tampang menghina.
Dia mengangguk. Gila. Beneran apa dia gak ada rasa ma gue? Huaa... Ada yang retak di sini. *nunjuk dada.
" kalau itu yang terbaik kenapa nggak? Aku pengen liat kakak bahagia ". Tuturnya lembut. Aku tersenyum di hadapan nya. Tapi nangis kejer nich hati.
" aku pengen kakak bahagia ". Katanya lagi dengan memelukku. Aku tetap diam. Apa maksudnya? Dia bahagia ketika gue bahagia? Gimana bisa. Kebahagian gue. Ya loe Rara!! Teriak ku dalam hati.
Cukup lama dia memelukku. Aku pun membalasnya. Terdengar isak tangis dari nya. Kenapa harus nangis? Apa ini drama di kehidupan rara? Gak! Gue tau. Dia punya rasa buatku. Tapi kenapa aku tak yakin?
***
duduk di tengah taman yang rindang. Tenang rasanya. Entahlah, kejadian tadi malam membuatku bimbang. Apa benar aku bisa menerima perceraian dari rara?
" rangga ". Aku pun mencari sosok yang memanggil ku. Dia!!
" ilham ". Kata ku dengan berdiri menantinya menghampiriku. Dan...
BUGGH
aku terjatuh ketika dia telah memberikan salam untuk ku. Bugem mentah darinya.
" apa apaan loe ". Kataku yang tak terima dengan apa yang telah dia lakukan.
" loe yang apa apaan ". Bentaknya dan kembali memberikan hadiah untuk ku.
BUGGH
" GUE SALAH APA AMA LOE HAH! ". Teriakku di hadapan nya. Gila! Sakit cuy. Apa dia balas dendam ? Oke! Gue ladenin.
" loe gak salah sama gue. Tapi loe punya salah sama rara! ". Ucapnya. Aku tersenyum pait.
" terus salag gue dimana ". Tanya ku santai dengan sesekali mengelap darah yang keluar dari sudut bibirku.
BUGGH
dia kembali memukul ku. Akh! Muka ku tak terwujud.
Aku pun terhunyun jatuh ke tanah. Pusing!
" GUE SAYANG SAMA RARA ". Teriaknya. Entah mengapa aku tak terima dengan pengakuan nya.
Aku pun terbangun dengan sigap aku membalas bogem mentah darinya.
BUGGH
dia terjatuh. Tapi dia tak merasa sakit apa? Dia malah ketawa.
' kenapa? Loe gak terima sama yang gue bilang ". Ucapnya sinis. Aku hanya menatapnya. Dan kemudian berlalu dari hadapan nya. Gue gak mau tambah panjang.
" Rangga itu banci. Bacot sok. Belagu pula. Yang hanya bisa buat wanita yang ia suka menderita ". Ucapnya lirih. Tapi gue bisa denger. Aku gak budeg. Dengan cepat aku kembali dan mencekam kerah bajunya.
" MAU LOE APA? Hah! ". Bentak ku.
Dia mendorong ku.
" gue mau, bahagiain istri loe ". Ucapnya datar. Aku mengernyit. Darimana dia tau??
" muka loe biasa aja. Gue udah tau dari dulu. Sebelum nya gue gak terima. Karena gue suka istri loe! Loe tau. Pasti loe tau ".
" terus? ".
" gue.... ".
Ucapnya terpotong. Aku tetap menatapnya. Penasaran!
" gue akui. Gue cowok goblog. Nglakuin bhkan nglukain rara waktu itu. Tapi gue gak tau. Gue pengen miliki dia. Tapi,,, ". Ucapnya terpotong. Dia menatap ku dan mendekat.
" Dia milik loe. Dan loe tau, dia SAYANG sama loe. TAPI KENAPA LOE BUAT DIA KECEWA HAH!! ".
Degg!!
Ada yang membuatku lemas. Apa benar yang dikatakan ilham? Rara sayang sama gue. Berarti sayang gue ke bales olehnya.
" serius ham? ". Kataku.
" loe liat gak ada tampang nipu di wajah gue ". Ujarnya jengkel.
***
Aku berjalan cepat. Secepat apa aku tak tahu. Yang jelas aku ingin sampai ke apartement dan ku katakan bahwa aku juga sayang sama Rara! Haha.. Cenat-cenut gue!
" anggy ". Panggil ku ketika menatap anggy yang hendak terjatuh. Gue rasa mau pingsan.
Aku pun berlari ke arahnya.
" anggy loe kenapa? ". Tanyaku khawatir setelah menggapai tubuhnya. Lemah.
" rangga... ". Panggilnya pelan dan.
" nggy,, bngun nggy,,, anggy ". Panggil ku dengan menepuk kecil pipinya.
***
@APARTEMENT
Keinginan ku untuk sampai ke apartement pun tercapai. Tapi aneh, sepi. Kemana rara?
Aku juga pulang dengan membawa anggy. Dia pingsan. Dan aku juga tak tahu rumahnya. Yang jelas aku telah menelpon bisma untuk menjemputku.
Jam menunjukkan 20.00
aku yang keluar kamar mandi pun tercengang dengan apa yang gue liat.
" rara? ".
Pekik ku. Dia menatap anggy yang tertidur pulas di sana. Dan gue? Akh! Pasti mikir negatif.
Dia berlari dengan mengeluarkan air mata. Akh! Dia punya rasa sama gue! Kenapa gue bego udah ngulang kecewanya dia.
Aku pun berlari mengejarnya. Tapi sayang. Di depan pintu apartement ku ada..
" bisma? ".
" hei bro. Kenapa loe? Tuh rara kenapa? Kok nangis. Trus istri gue mana? ". Tanya nya bertubi-tubi. Gue puyeng.
" lapangan luas. Loe mau gue apain loe ". Jawabku jengkel. Tanya apa lagi introgasi maling sich?
" tau lah ". Kataku dengan berlari keluar. Aku terus berlari. Bodohnya saya. Kenapa harus berlari? Mobil.
Aku yang hendak memasuki lift pun kembali lagi ke apartement ku.
Ceklek..
Aku pun membuka pintu. Ku lihat bisma dan anggy sedang.
" hai.. Maen sosor aja. Rumah orang ini ". Kataku dengan melengos mencari kunci mobil. Tapi gak ketemu? Jangan-jangan?
" ganggu aja loe. Udah ketemu belum raranya? ". Tanya bisma.
" belum. Gue pinjem mobil loe ". Kataku kritis. Khawatir. Takut rara kenapa-napa. Dia gak bisa bawa mobil.
" nich ". Ucapnya dengan melempar kuncinya.
" thanks ".
***
Aku mulai melakukan mobil ini. Aku telusuri pelosok tempat yang sepi. Karena rara selalu ketempat yang sepi apabila dia ingin menyendiri karena kecewa.
Aku terbelalak. Mulutku menganga. Ku dapati mobil ku menabrak pohon di sana. Dengan cepat aku pun menghentikan mobil ku dan keluar menuju mobil rara.
" rara ". Panggil ku khawatir. Karena tak ku dapati rara di dalam mobil. Kemana rara? Aku pun mengedarkan pandanganku. Aku tersenyum dalam kepanikan ku. Ada rara disana.
" hiks... hiks... ". Terdengar isak tangis darinya. Aku mendekat.
" rara ". Panggil ku. Dia menatapku. Matanya sembab.
" kakak ngapain kesini ".
" nyari mobil ".
" apa? ". Ujarnya terkejut. Kemudian dia menunduk. Aku tersenyum
" nyari kamulah. Kakak sayang sama kamu. Jadi jangan buat khawatir lagi ya. ". Kataku lembut. Dia mendongak menatapku.
" gak usah nangis jelek tau. Kakak masih DISINI UNTUKMU ". Lanjutku dengan menghapus air matanya
" ikh PeDe! Mang aku nangis gara2 kakak? Aku nangis gara2 ini nich ". Ujarnya dengan menunjukkan jarinya yang merah.
" ish! Mulai dah ". Kataku ngambek. Dia tersenyum dan memeluk lenganku.
" kakak jangan ngambek yah. Aku sayang sama kakak. Aku gak mau cerai sama kakak ". Ucapnya manja.
" mang cerai apaan?".
" gak tau ". Ucapnya lucu. Aku pun menyentuh wajahnya. Kami mulai...
AMANAT BUAT LOE-LOE PADE DARI GUE:
Gue cuma mau bilang. Cinta itu butuh waktu bro.
Layaknya gue sama rara.
Sampai sini dulu kisah ku.